Mengenal Kartel: Dari Bisnis hingga Narkoba, Pasca Kematian Bos Meksiko
Mengenal Kartel: Dari Bisnis hingga Narkoba

Kematian Bos Kartel Meksiko Soroti Istilah Kartel

Berita mengenai kematian bos kartel narkoba Meksiko, Nemesio Oseguera Cervantes atau yang dikenal sebagai El Mencho, telah mencuri perhatian publik secara luas. Sosok yang dianggap sebagai salah satu pemimpin kartel paling berpengaruh di Meksiko ini dilaporkan tewas, memicu situasi mencekam di beberapa wilayah akibat struktur organisasi dan jaringan luas yang dimiliki oleh kelompok kartel tersebut. Peristiwa ini tidak hanya menyoroti dunia kriminal, tetapi juga mengembalikan istilah "kartel" ke dalam percakapan publik, mendorong banyak orang untuk mencari tahu lebih dalam tentang makna sebenarnya dari kata tersebut.

Pengertian Kartel Menurut Berbagai Bidang

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI VI Daring Kemendikdasmen), kartel didefinisikan sebagai gabungan perusahaan sejenis yang bertujuan untuk mengendalikan produksi, persaingan, dan harga. Definisi ini umumnya digunakan dalam konteks ekonomi dan industri, di mana pelaku usaha bekerja sama untuk mempengaruhi pasar. Namun, istilah kartel memiliki cakupan yang lebih luas dan tidak terbatas pada bidang ekonomi saja.

Dalam konteks politik, kartel dapat merujuk pada gabungan partai politik yang memiliki tujuan bersama, sementara dalam bidang hukum, istilah ini berarti persekutuan antara dua pihak atau lebih yang bekerja sama untuk kepentingan tertentu. KBBI juga mencatat beberapa istilah turunan dari kartel, seperti kartel narkotika yang mengacu pada kelompok yang mengendalikan distribusi obat terlarang, kartel oligarki untuk menggambarkan kelompok kecil yang mendominasi pasar, dan kartel sitasi yang digunakan dalam konteks akademik untuk merujuk pada praktik kutipan yang tidak sehat.

Asal-usul dan Perkembangan Istilah Kartel

Istilah kartel berasal dari bahasa Inggris, yaitu cartel. Menurut Encyclopaedia Britannica, cartel adalah asosiasi perusahaan atau individu independen yang dibentuk untuk memberikan pengaruh yang bersifat membatasi atau monopoli terhadap produksi atau penjualan suatu komoditas. Pengaturan yang umum dilakukan meliputi:

  • Mengendalikan harga barang atau jasa.
  • Membatasi jumlah produksi untuk menjaga kelangkaan.
  • Membagi wilayah pasar di antara anggota kartel.

Meskipun bekerja sama, anggota kartel tetap mempertahankan identitas dan kemandirian keuangan masing-masing. Secara historis, bentuk kerja sama yang menyerupai kartel telah ada sejak Abad Pertengahan, dengan bukti praktik serupa bahkan ditemukan sejak masa Yunani dan Romawi kuno, menunjukkan bahwa konsep ini telah berkembang dalam berbagai bentuk kerja sama ekonomi selama berabad-abad.

Secara etimologi, menurut Online Etymology Dictionary, istilah cartel muncul pada tahun 1550-an dari bahasa Prancis, cartel, yang berasal dari bahasa Italia, cartello, yang berarti papan pengumuman atau kartu. Awalnya, istilah ini digunakan untuk menyebut perjanjian tertulis antara pihak-pihak yang berkonflik, termasuk antarnegara. Dalam perkembangannya, istilah kartel mulai digunakan dalam konteks ekonomi sekitar tahun 1900 melalui bahasa Jerman, kartell. Sejak saat itu, kartel merujuk pada asosiasi pelaku usaha yang bekerja sama untuk kepentingan bersama, terutama dalam mengatur pasar dan persaingan. Penggunaan istilah ini kemudian meluas dan dikenal masyarakat, termasuk dalam konteks jaringan perdagangan ilegal seperti kartel narkotika, yang kini sering menjadi sorotan media.

Dengan demikian, kematian El Mencho tidak hanya menyoroti sisi gelap kartel narkoba, tetapi juga mengingatkan kita pada makna luas istilah kartel yang mencakup berbagai aspek kehidupan, dari ekonomi hingga politik. Pemahaman ini penting untuk mengkontekstualisasikan berita terkini dalam kerangka yang lebih komprehensif.