Massa Banser Bubar Usai Dengar Pesan Yahya Cholil Staquf, Sempat Ricuh di KPK
Massa Banser Bubar Usai Pesan Yahya, Sempat Ricuh di KPK

Massa Banser Bubar Usai Dengar Pesan Rekaman Yahya Cholil Staquf

Massa Banser yang sempat bertahan di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta pada Kamis malam, 12 Maret 2026, akhirnya membubarkan diri setelah mendengar pesan dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf. Pesan tersebut disampaikan melalui rekaman suara atau voice note yang dikirim ke salah satu ponsel anggota Banser di lokasi, kemudian diperdengarkan lewat pengeras suara mobil komando.

Isi Pesan Yahya yang Menenangkan Massa

Dalam rekaman suara itu, Yahya yang merupakan kakak kandung dari mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan dukungan moril yang diberikan oleh anggota Banser. Dia meminta agar massa berdoa agar proses hukum dapat berjalan secara benar dan objektif.

"Sahabat-sahabat Ansor, Banser, dan Pagar Nusa yang saya hormati. Terima kasih atas kepedulian dari sahabat-sahabat dan kita semua menghargai aspirasi sahabat-sahabat semua dan aspirasi kita semua sepenuhnya untuk dapat melihat menyaksikan, memenuhi proses hukum yang objektif," kata Yahya dalam rekaman tersebut.

Yahya menekankan bahwa setiap kader Ansor siap bertanggung jawab atas tindakan mereka, dan semua aspirasi telah disampaikan dalam aksi tersebut. Dia pun meminta massa Banser untuk membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke rumah masing-masing.

Reaksi Massa Sebelum Pembubaran

Sebelum mendengar pesan Yahya, massa Banser menunjukkan reaksi keras usai Yaqut ditahan KPK dalam kasus korupsi kuota haji. Mereka berteriak "KPK zalim" dan melakukan aksi membakar baju bergambar KPK. Massa juga mendekati pagar gedung KPK untuk melihat kondisi Yaqut, serta sempat mengoyak-oyak pagar dalam upaya merangsek masuk.

Namun, aksi ini ditenangkan oleh sesama anggota Banser dan petugas kepolisian yang berjaga di lokasi. Yaqut sendiri ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Januari 2026, dan turun dari ruang pemeriksaan dengan mengenakan rompi oranye serta tangan terborgol.

Pesan Penutup dari Yahya

Yahya juga menyatakan bahwa dukungan terhadap Yaqut tidak akan berhenti, dan meminta semua pihak untuk menjaga kebenaran agar tidak ada kepentingan lain yang mengotori proses hukum. "Walaupun tentu saja setelah ini kita akan terus mensyiarkan untuk ikut menjaga, memelihara kebenaran agar ditegakkan dengan benar, ditegakkan tanpa cacat," ucapnya.

Dengan pesan ini, massa Banser akhirnya merapikan diri dan membubarkan diri secara tertib, mengakhiri aksi yang sempat ricuh di depan gedung KPK.