KPK Tetapkan Dua Tersangka Baru dari OTT di Cilacap, Bupati dan Sekda Diperiksa
KPK Tetapkan Dua Tersangka dari OTT di Cilacap

KPK Tetapkan Dua Tersangka Baru dari Operasi Tangkap Tangan di Cilacap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Penetapan ini dilakukan setelah pemeriksaan intensif selama 1x24 jam dan ditemukannya kecukupan alat bukti yang mendukung.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi hal ini dalam ekspos yang dilakukan di gedung KPK, Jakarta Selatan, pada Sabtu (14/3/2026). "Dalam expose siang ini, dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka," ujar Budi kepada para wartawan. Ia menambahkan bahwa identitas kedua tersangka akan diungkap secara resmi dalam konferensi pers yang dijadwalkan pada hari yang sama.

Bupati dan Sekda Cilacap Dibawa ke Jakarta untuk Pemeriksaan

Diketahui bahwa Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekretaris Daerah (Sekda) Sadmoko Danardono termasuk dalam 13 orang yang dibawa ke Jakarta setelah terjaring dalam OTT tersebut. Mereka tiba di gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 02.35 WIB dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

Budi Prasetyo menjelaskan, "13 orang diantaranya dibawa ke Jakarta. Para pihak yang dibawa tersebut yaitu Bupati, Sekda, dan para struktural pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap." Sebelumnya, Bupati Syamsul sempat diamankan di Polresta Banyumas untuk pemeriksaan awal sebelum akhirnya diangkut ke Stasiun Purwokerto dan menaiki Kereta Api Purwojaya menuju Jakarta.

Dugaan Kasus Suap Proyek di Balik OTT

Operasi tangkap tangan ini diduga terkait dengan kasus suap yang melibatkan proyek-proyek di Kabupaten Cilacap. Budi Prasetyo menyatakan, "Diduga adanya penerimaan yang dilakukan oleh pihak Bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap." Total ada 27 orang yang diamankan dalam OTT ini, dengan fokus pada dugaan praktik korupsi yang merugikan keuangan negara.

Dalam perjalanannya, Bupati Syamsul terlihat mengenakan masker hijau, kemeja putih lengan panjang, dan celana hitam saat keluar dari gedung Sat Reskrim Polresta Banyumas. Ia memilih untuk tidak memberikan pernyataan kepada media yang menunggu di lokasi. Sementara itu, proses hukum terus berlanjut dengan KPK berkomitmen untuk mengungkap lebih lanjut dalam konferensi pers mendatang.