KPK Panggil Dua Direktur Bea Cukai Jadi Saksi Kasus Suap Impor Barang Kurniawan Fadilah
KPK Panggil 2 Direktur Bea Cukai Saksi Kasus Suap Impor

KPK Panggil Dua Direktur Bea Cukai Jadi Saksi Kasus Suap Impor Barang Kurniawan Fadilah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memanggil dua direktur pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, yaitu Ari Kusriani dan Priyono Triatmojo. Keduanya dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait importasi barang di DJBC.

Pemeriksaan Saksi dan Penyitaan Aset

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap saksi dilakukan di Gedung Merah Putih KPK pada Rabu, 11 Maret 2026. Selain dua direktur tersebut, ada satu saksi dari pihak swasta, Ricky Christo Bazardi, yang juga diperiksa. Para saksi telah hadir dan menjalani proses pemeriksaan.

Dalam perkembangan kasus, KPK telah menyita lima unit mobil dari kantor pusat Bea Cukai di Jakarta pada awal pekan ini. Mobil-mobil tersebut diduga didapat dari hasil korupsi dan digunakan untuk operasional pelaku dalam kasus ini.

Modus Korupsi dan Dampaknya

Kasus ini menyebabkan barang palsu atau ilegal dapat masuk ke Indonesia karena suap membuat pengecekan tidak dilakukan sesuai aturan. Deputi Penindakan KPK Asep Guntur mengungkap adanya kesepakatan antara pejabat Bea Cukai dan pihak PT Blueray pada Oktober 2025 untuk mengatur jalur importasi barang.

Peraturan Menteri Keuangan mengatur dua jenis jalur: jalur hijau tanpa cek fisik dan jalur merah dengan cek fisik. Dalam kasus ini, pegawai Bea Cukai diduga menyesuaikan parameter jalur merah untuk memfasilitasi impor ilegal.

Daftar Tersangka

Hingga saat ini, terdapat tujuh tersangka dalam kasus suap impor barang di Bea Cukai:

  1. Rizal (RZL) sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024-2026.
  2. Sisprian Subiaksono (SIS) sebagai Kepala Subdirektorat Intelijen P2 DJBC.
  3. Orlando (ORL) sebagai Kepala Seksi Intelijen DJBC.
  4. Jhon Field (JF) sebagai Pemilik PT Blueray.
  5. Andri (AND) sebagai Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray.
  6. Dedy Kurniawan (DK) sebagai Manajer Operasional PT Blueray.
  7. Budiman Bayu Prasojo (BBP) sebagai Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC Bea Cukai.

Kasus ini terus diselidiki untuk mengungkap lebih lanjut praktik korupsi yang merugikan negara.