KPK Lanjutkan Operasi Penggeledahan di Indramayu Usai Bandung
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan penggeledahan di rumah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ono Surono (ONS) di Bandung, Jawa Barat, dan kini melanjutkan operasi serupa di Indramayu, Jawa Barat. Tindakan ini terkait dengan kasus suap ijon proyek yang melibatkan Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang (ADK).
Penggeledahan di Dua Lokasi Berbeda
Pada Kamis, 2 April 2026, penyidik KPK memulai penggeledahan di rumah Ono Surono yang berlokasi di Indramayu. Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi hal ini kepada wartawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari operasi sebelumnya di Bandung.
Di Bandung, KPK berhasil menyita sejumlah barang bukti penting, termasuk dokumen, barang bukti elektronik, dan uang tunai senilai ratusan juta rupiah. Penyitaan ini dilakukan di ruangan milik Ono Surono, menunjukkan keterkaitan erat dengan kasus yang sedang diselidiki.
Alasan Penggeledahan dan Keterkaitan Kasus
KPK mengungkapkan bahwa penggeledahan di rumah Ono Surono berkaitan dengan dugaan aliran uang yang diterimanya dari Sarjan, salah satu tersangka swasta dalam kasus suap ijon proyek. Ono Surono sebelumnya telah diperiksa oleh KPK terkait masalah ini, dan pihak berwenang menduga ia menerima dana dari Sarjan, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu:
- Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang
- Ayah Ade Kuswara, HM Kunang
- Pihak swasta, Sarjan
Ade Kuswara Kunang dan HM Kunang diduga menerima uang ijon proyek sebesar Rp 9,5 miliar. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebutkan bahwa proyek tersebut rencananya akan digarap pada tahun 2026, dengan uang tersebut berfungsi sebagai uang muka untuk jaminan proyek.
Implikasi dan Langkah Selanjutnya
Penggeledahan di Indramayu ini menandai intensifikasi investigasi KPK dalam mengungkap jaringan korupsi yang melibatkan pejabat publik dan pihak swasta. Operasi ini diharapkan dapat mengumpulkan bukti tambahan untuk memperkuat kasus hukum terhadap para tersangka.
KPK terus memantau perkembangan kasus ini, dengan fokus pada pengumpulan barang bukti dan penyelidikan lebih lanjut terhadap semua pihak yang terlibat. Masyarakat diimbau untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi dengan memberikan informasi yang relevan.



