Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Minta Maaf Usai OTT KPK
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Minta Maaf Usai OTT

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro meminta maaf saat digelandang ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (30/7) pagi. Ia menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek dan jual beli jabatan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

"Kita paham situasinya, kita minta maaf semua," kata Anom singkat saat dibawa ke mobil tahanan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (30/7). Ia membantah tuduhan jual beli jabatan saat dikonfirmasi wartawan.

Penahanan dan Tersangka Lain

Anom bersama tiga orang lainnya yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) kini resmi ditahan untuk 20 hari pertama. Penahanan dilakukan setelah pemeriksaan intensif sejak Selasa (28/7). Mereka sudah mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK dengan tangan diborgol saat dibawa ke rutan sekitar pukul 08.34 WIB.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tiga tersangka lain adalah Setya Budi Dias Oktavianto, Lilik Budi Suprianto, dan Mohamad Haris. Anom (nomor rompi 191) dan Setya (185) ditahan di Rutan cabang Gedung Merah Putih KPK, sedangkan Lilik (193) dan Haris (160) ditahan di Rutan cabang C1.

Konferensi Pers dan Barang Bukti

KPK akan menggelar konferensi pers pada Kamis (30/7) siang untuk mengungkap kronologi OTT dan konstruksi perkara lengkap. OTT dilakukan di tiga lokasi: Pemalang, Purworejo, dan Jakarta. Sebanyak 21 orang ditangkap, termasuk Anom dan empat pihak lain di Jakarta.

Dari total tangkapan, 12 orang dibawa ke kantor KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya adalah istri Anom, Noor Faizah Maenofie, yang berstatus terperiksa. KPK juga mengamankan barang bukti uang tunai lebih dari Rp2 miliar.

Penyegelan dan Penggeledahan

Secara paralel, KPK telah menyegel tempat-tempat yang akan digeledah, termasuk ruang kerja bupati. Kasus ini berkaitan dengan dugaan korupsi proyek dan jual beli jabatan Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga