Jakarta - Perangkat persinyalan yang menghubungkan Stasiun Daru menuju Stasiun Parung Panjang menjadi target aksi vandalisme. Akibatnya, perjalanan KRL pada rute Rangkas Bitung-Tanah Abang saat ini harus dilakukan secara bergantian.
Indikasi Vandalisme pada Perangkat Persinyalan
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melalui akun resmi X (sebelumnya Twitter) mengonfirmasi adanya indikasi vandalisme pada perangkat persinyalan di jalur antara Stasiun Daru dan Parung Panjang. Hal ini disampaikan pada Jumat (8/5/2026).
"Terdapat indikasi vandalisme pada perangkat persinyalan di antara Stasiun Daru-Parung Panjang," tulis KCI dalam pernyataannya.
Perjalanan KRL Mengalami Perubahan
KCI menjelaskan bahwa akibat kejadian tersebut, perjalanan commuter line mengalami penyesuaian. Kereta yang keluar dan masuk stasiun harus melintas secara bergantian untuk menjaga keselamatan operasional.
"Saat ini perjalanan commuter line mengalami pergantian keluar masuk di stasiun," imbuh KCI.
Perusahaan pun menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang timbul. "Mohon maaf atas ketidaknyamanannya," sambungnya.
Tanggapan Penumpang
Sejumlah penumpang merespons pengumuman tersebut melalui media sosial. Salah seorang penumpang mengaku bahwa KRL yang ditumpanginya tertahan sebelum memasuki Stasiun Daru. Para penumpang berharap agar pelaku vandalisme segera ditangkap dan perjalanan KRL tidak lagi mengalami gangguan.



