Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) hingga Tentara Nasional Indonesia (TNI) disiagakan menjelang pelaksanaan eksekusi pengosongan Hotel Sultan yang berlokasi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Rabu (17/6). Sementara itu, sejumlah individu yang mengenakan pakaian seragam biru terlihat berkumpul di sekitar area Hotel Sultan.
Personel Gabungan Melakukan Apel Pengamanan
Berdasarkan sejumlah foto yang diterima oleh CNNIndonesia.com, aparat Polri dan TNI tersebut tengah melaksanakan apel pengamanan sebelum proses eksekusi yang dijadwalkan berlangsung pada keesokan harinya, Kamis (18 Juni). Mereka berbaris rapi di kawasan GBK, Senayan. Aparat kepolisian dan tentara yang dikerahkan berasal dari berbagai kesatuan, termasuk Brigade Mobil (Brimob) Polri.
Di sisi lain, sejumlah orang yang mengenakan pakaian biru berkumpul di depan Hotel Sultan. Massa tersebut diduga merupakan para pekerja Hotel Sultan yang menolak rencana eksekusi pengosongan tersebut.
Unjuk Rasa Karyawan Hotel Sultan
Massa berbaju biru itu berkumpul di depan Hotel Sultan sambil membentangkan spanduk yang berisi penolakan terhadap eksekusi pengosongan hotel. Sebelumnya, sejumlah karyawan Hotel Sultan telah mendesak agar proses eksekusi terhadap lahan hotel tersebut oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat ditunda.
Pelaksanaan eksekusi pengosongan Blok 15 GBK eks Kawasan Hotel Sultan akan dilakukan pada Kamis, 18 Juni. Aksi protes ini melibatkan karyawan Hotel Sultan, buruh, dan pihak-pihak lain yang tergabung dalam Koalisi Sipil Pembela Pengusaha Pribumi. Mereka menyatakan kesiapan untuk menghadang eksekusi melalui gerakan sipil yang damai, tertib, dan konstitusional.
Mereka menegaskan bahwa objek yang dipersoalkan dalam perkara tersebut berkaitan dengan tanah. Namun, pelaksanaan eksekusi dinilai berpotensi menjangkau bangunan dan bisnis Hotel Sultan yang selama ini dimiliki dan dikelola oleh PT Indobuildco.
"Objek sengketanya adalah tanah. Namun yang terancam dihentikan dan diambil alih bukan hanya tanah, melainkan juga bangunan, bisnis hotel, lapangan kerja, tenant, vendor, dan kehidupan ekonomi banyak orang," ujar Al Hams, perwakilan koalisi.
Persiapan Teknis Tim Transisi
Sementara itu, Ketua Tim Transisi Blok 15 Gelora Bung Karno, Hendry Arisandi, memimpin persiapan teknis menjelang pelaksanaan eksekusi Blok 15 GBK eks Hotel Sultan yang dijadwalkan berlangsung besok. Proses pengosongan akan melibatkan 300 personel gabungan dari Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), Kementerian Sekretariat Negara, Tim Kuasa Hukum, serta Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
Selain itu, persiapan juga melibatkan instansi terkait seperti Telkom dan PLN untuk mendukung kelancaran teknis di lapangan. Dalam kegiatan tersebut, para personel mendapatkan pengarahan teknis terkait prosedur pencatatan aset, dokumentasi, dan pengamanan barang selama proses eksekusi berlangsung.
Hendry menjelaskan bahwa pengarahan tersebut dilakukan agar seluruh personel memiliki pemahaman yang sama mengenai tata cara pelaksanaan di lapangan. Menurut Hendry, aspek pencatatan dan dokumentasi menjadi bagian penting karena eksekusi harus berjalan tertib, hati-hati, aman, dan sesuai dengan ketentuan hukum.
"PPKGBK sangat berhati-hati dalam proses ini. Kami ingin memastikan semua barang yang ada di lokasi tercatat dan terdokumentasi dengan baik. Sesuai keputusan pengadilan, barang-barang yang tidak melekat pada tanah dan bangunan masih merupakan hak milik pengelola sebelumnya, yaitu PT Indobuildco," ujar Hendry di Komplek GBK Senayan Jakarta, Senin (15/6).



