Kapolda Metro: Tim Pemburu Begal Ungkap 6 Kasus, Ajak Warga Lapor 110
Tim Pemburu Begal Ungkap 6 Kasus, Kapolda Ajak Warga Lapor 110

Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri mengumumkan bahwa Tim Pemburu Begal yang baru dibentuk berhasil mengungkap enam kasus begal di wilayah DKI Jakarta. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Senin (18/5/2026).

Enam Kasus Berhasil Diungkap

Komjen Asep menjelaskan bahwa pembentukan Satgas Begal atau Tim Pemburu Begal merupakan bentuk atensi Polda Metro Jaya dalam memberantas aksi begal. "Tentunya pembentukan Satgas Begal, Pemburu Begal, yang kita bentuk kemarin, ya tentunya ini atensi dari Polda Metro Jaya dalam hal mengungkapkan kasus tersebut. Dan perlu kami sampaikan bahwa kemarin kita sudah mengungkap 6 kasus ya," ujarnya.

Tindakan Tegas Sesuai Aturan

Kapolda menegaskan perintahnya kepada jajaran kepolisian untuk menindak tegas para pelaku begal yang membahayakan jiwa petugas. Polisi diminta tidak ragu bertindak sesuai Perkap No 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian. "Jangan ragu-ragu untuk melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai aturan," tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ajak Masyarakat Aktif Melapor

Komjen Asep juga mengimbau masyarakat untuk tidak segan melapor jika mengetahui informasi terkait begal. Masyarakat dapat menghubungi call center Polri di nomor 110. "Saya juga berharap ya nanti mungkin dari masyarakat juga membantu terkait informasi kepada call center kami 110, bila ada kejadian-kejadian yang terjadi di wilayahnya," katanya.

Tim Pemburu Begal Beraksi 24 Jam

Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Metro Jaya membentuk Tim Pemburu Begal yang siap beraksi 24 jam. Tim ini dikerahkan ke titik rawan dan kota penyangga Jakarta seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang. Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyatakan bahwa tim difokuskan pada penanganan pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Polda Metro telah memetakan titik-titik rawan kejahatan. "Kemudian untuk wilayah-wilayah yang terjadi cukup banyak, itu di wilayah penyangga, Bekasi, Depok, kemudian Tangerang. Nah, ini juga menjadi perhatian kami untuk melakukan upaya pengungkapan dan penekanan atas niat dan kesempatan yang dimiliki oleh para pelaku kejahatan," ujar Kombes Iman.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga