Tawuran Remaja Bersenjata Tajam di Sawangan Depok, Satu ABH Ditangkap Warga
Suasana mencekam melanda kawasan Jalan H Sulaiman, Sawangan, Depok, pada Minggu malam, 8 Februari 2026. Dua kelompok remaja terlibat dalam aksi tawuran yang disertai senjata tajam, memaksa warga setempat turun tangan untuk meredakan situasi. Peristiwa ini terjadi saat sebagian besar penduduk sedang bersiap untuk beristirahat, menciptakan kepanikan di lingkungan tersebut.
Warga Turun Tangan dan Berhasil Amankan Satu Remaja
Mahfudin, seorang warga yang menyaksikan kejadian, mengungkapkan bahwa tawuran antar remaja atau pelajar kerap terjadi di wilayahnya. "Saat mendengar ada keributan, saya bersama warga lainnya langsung keluar rumah," tuturnya. Dengan sigap, mereka berupaya membubarkan kerumunan remaja yang terlibat dalam perkelahian tersebut.
Upaya warga tidak sia-sia. Mereka berhasil melerai para remaja dan mengamankan satu orang yang diduga terlibat. "Satu orang tertangkap, kami tidak tahu dari kelompok remaja mana," jelas Mahfudin. Dalam pemeriksaan cepat di lokasi, warga menemukan sebuah tas ransel putih yang berisi sebilah pisau. Barang ini diduga akan digunakan dalam tawuran, namun tertinggal saat kericuhan terjadi.
Kondisi Remaja yang Diamankan dan Pengakuannya
Remaja yang berhasil diamankan tersebut mengalami luka sobek di bagian kepala dan beberapa area tubuh lainnya. Luka-luka itu diduga akibat terkena senjata tajam dari lawannya. "Kepalanya sempat berdarah, tapi tidak parah. Kemungkinan terkena senjata tajam lawan," kata Mahfudin menambahkan.
Setelah diamankan di pos kamling warga, remaja yang berstatus sebagai Anak Berhadapan Hukum (ABH) ini mengaku bahwa aksi tawuran direncanakan melalui media sosial. "Kami janjian lewat medsos. Tawurannya pakai barang (senjata tajam), tapi saya tidak punya, saya datang dengan tangan kosong," ujarnya. ABH tersebut menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan tawuran antar kelompok remaja, bukan antar sekolah.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan identitasnya sebagai pelajar SMP Negeri kelas tiga di Depok. "Ini pertama kali saya ikut tawuran," pungkasnya. Pernyataan ini menyiratkan bahwa meski baru pertama kali terlibat, ia sudah terjerat dalam tindakan kriminal yang serius.
Dampak dan Respons Aparat
ABH tersebut akhirnya dibawa ke Polsek Bojongsari untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kejadian ini kembali menyoroti masalah tawuran remaja yang kerap terjadi di berbagai wilayah, termasuk Depok. Warga setempat mengharapkan adanya peningkatan pengawasan dari pihak berwajib untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Fenomena tawuran yang melibatkan senjata tajam di kalangan remaja menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan publik dan masa depan generasi muda. Peran serta masyarakat, seperti yang ditunjukkan warga Sawangan, menjadi kunci dalam meredam eskalasi kekerasan di lingkungan.