Tabrakan Maut Kereta-Bus di Bangkok, Masinis Positif Narkoba
Tabrakan Maut Kereta-Bus Bangkok, Masinis Positif Narkoba

Jakarta - Masinis kereta barang yang terlibat dalam tabrakan maut dengan sebuah bus di Bangkok, ibu kota Thailand, dinyatakan positif menggunakan narkoba. Polisi setempat menyatakan bahwa masinis tersebut didakwa dengan mengemudi secara sembrono.

Kronologi Kecelakaan

Kecelakaan terjadi pada Sabtu, 16 Mei 2026, di persimpangan jalan yang ramai di Bangkok. Kereta barang menabrak bus yang sedang berhenti di rel karena terjebak kemacetan. Akibat tabrakan tersebut, bus terbakar dan menyebabkan delapan orang tewas serta 30 lainnya luka-luka.

Dakwaan dan Penyelidikan

Kepala kantor polisi setempat, Urumporn Koondejsumrit, mengungkapkan bahwa masinis kereta yang juga terluka, bersama dengan seorang penjaga perlintasan kereta api, didakwa dengan kelalaian yang menyebabkan cedera dan kematian. Keduanya membantah dakwaan tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Urumporn menambahkan bahwa tes urine awal pada masinis menunjukkan adanya narkoba dalam tubuhnya, meskipun jenis zat tersebut tidak disebutkan. Pengujian lebih lanjut akan dilakukan terhadap masinis lain dan seorang teknisi yang berada di dalam kereta.

Rekaman Kejadian

Gambar-gambar yang beredar di media sosial pada hari Sabtu menunjukkan kereta mendekati perlintasan sebidang dengan kecepatan sedang sebelum bertabrakan dengan bus yang berada di rel. Kepala polisi Bangkok, Siam Boomsom, mengatakan bahwa kemacetan lalu lintas di perlintasan tersebut terjadi setiap hari, namun belum pernah menyebabkan kecelakaan sebelumnya.

Polisi sedang meninjau rekaman untuk menentukan apakah petugas perlintasan lalai. "Kami melihat petugas memegang bendera merah yang berarti rel tidak aman, tetapi kami juga melihat bahwa kereta tidak berhenti atau melambat, menyebabkan kecelakaan," ujar Siam.

Korban dan Investigasi Lanjutan

Layanan darurat setempat melaporkan delapan orang tewas dan 30 luka-luka, dengan 17 orang masih dirawat di rumah sakit hingga Minggu malam. Jumlah korban luka ini lebih rendah dari laporan awal polisi yang menyebutkan 35 orang luka.

Pihak berwenang juga menyelidiki kecepatan kereta dan jarak pengeremannya. Rekamandari hari-hari lain menunjukkan kendaraan berhenti di rel, dengan petugas mengibarkan bendera merah untuk memberi sinyal kepada kereta yang datang agar berhenti sampai lalu lintas lancar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga