Rudal Israel Hantam Benteng Hizbullah di Beirut, 3 Orang Tewas
Militer Israel melancarkan serangan rudal terbaru ke wilayah Lebanon, menghantam benteng-benteng Hizbullah di Beirut selatan. Serangan ini menewaskan tiga orang dan melukai 15 lainnya, serta menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan dan toko-toko di sekitarnya.
Dilansir dari CNN International, Minggu (14/6/2026), serangan ini merupakan respons atas tembakan yang diarahkan ke wilayah Israel pada pagi hari sebelumnya. Aksi saling serang ini terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel yang masih berlangsung.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa mereka menargetkan posisi Hizbullah di Beirut selatan sebagai balasan atas serangan roket Hizbullah ke Israel. Gambar-gambar dari lokasi kejadian menunjukkan kerusakan parah pada sebuah gedung apartemen di lingkungan Dahiyeh, yang dikenal sebagai benteng utama Hizbullah.
Israel sebelumnya juga melancarkan serangan di Beirut pada pekan lalu. Saat itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam keras serangan roket Hizbullah ke wilayah Israel. "Kami tidak akan mengizinkan penembakan di wilayah kami atau di komunitas kami, dan kami akan bertindak sesuai dengan itu," tegas Netanyahu.
Awal bulan ini, Amerika Serikat (AS) memediasi gencatan senjata baru antara Israel dan Lebanon. Dalam perjanjian tersebut, Israel berkomitmen untuk tidak menargetkan Beirut jika Hizbullah tidak menargetkan warga sipil Israel. Namun, Hizbullah menolak perjanjian baru tersebut.
Sementara itu, dilansir dari Al Jazeera, Badan Pertahanan Sipil Lebanon mengonfirmasi bahwa tiga jenazah telah ditemukan setelah serangan Israel di daerah Ghoebeiry, pinggiran selatan Beirut. Operasi pencarian, penyelamatan, dan pembersihan puing-puing masih berlangsung di lokasi kejadian. Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan 15 orang terluka dan kerusakan parah pada bangunan dan toko-toko di sekitarnya.



