Pria Ngaku Dengar Bisikan Bakar Sana-sini di Matraman Jaktim, Polisi Amankan
Pria Ngaku Dengar Bisikan Bakar di Matraman Jaktim

Warga Matraman, Jakarta Timur, digegerkan oleh aksi pembakaran yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Pisangan Baru pada Minggu, 10 Mei 2026, dini hari. Pelaku, seorang pria berinisial A (24), mengaku mendapat bisikan yang mendorongnya untuk melakukan aksi tersebut.

Kronologi Kejadian

Api muncul di beberapa lokasi permukiman, memicu kepanikan warga yang khawatir api merembet ke rumah-rumah penduduk. Beruntung, api segera dapat dipadamkan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Rekaman kamera CCTV menjadi petunjuk awal bagi warga untuk mengidentifikasi pelaku.

Warga yang resah kemudian mendatangi rumah terduga pelaku. Aparat gabungan dari kepolisian, Satpol PP, pengurus RT/RW, dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) turun ke lokasi untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengakuan Pelaku

Kapolsek Matraman, Kompol Suripno, mengungkapkan bahwa pelaku mengaku mendapat bisikan untuk melakukan pembakaran. Setelah melakukan aksinya, ia sempat menyesal, namun dorongan tersebut kembali muncul beberapa jam kemudian sehingga ia kembali beraksi.

"Pelaku udah kita amankan. Pengakuan dia selalu ada bisikan untuk melakukan itu. Setelah melakukan dia sadar menyesal. Tapi ada dorongan lagi melakukan itu," ujar Kompol Suripno.

Barang Bukti dan Tindakan Polisi

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sepeda motor yang digunakan untuk berpindah dari satu titik ke titik lainnya saat melakukan pembakaran. Polisi juga akan membawa A ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi kejiwaannya secara medis.

"Dicek dulu RS (Rumah Sakit), lihat dari keterangan dokter," tambahnya.

Tiga Titik Pembakaran Acak

Kanit Reskrim Polsek Matraman, AKP Hari Wibowo, mengungkapkan bahwa pelaku menargetkan titik secara acak. Dari hasil pemeriksaan sementara, terdapat tiga lokasi yang menjadi sasaran pembakaran.

"Acak aja, hasil pemeriksaan sementara pelaku seperti ada gangguan kejiwaan. Ada tiga titik," kata Hari.

Reaksi Warga

Ketua RW 05 Kelurahan Pisangan Baru, Ramdani, menyatakan bahwa warga dari tiga RW, yaitu RW 4, RW 5, dan RW 6, bahkan mungkin RW 3, mendatangi rumah terduga pelaku. Warga merasa resah dengan rangkaian aksi pembakaran tersebut.

Meskipun situasi sempat memanas, Ramdani memastikan warga masih bisa menahan diri sehingga tidak terjadi aksi main hakim sendiri. Terduga pelaku kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek Matraman.

Profil Pelaku

Ramdani mengungkapkan bahwa A adalah seorang remaja yang baru lulus kuliah dan dikenal tertutup di lingkungan tempat tinggalnya. Ia jarang berinteraksi dengan warga sekitar dan tinggal bersama ibu serta adiknya. Sang ayah sudah sekitar dua tahun tidak diketahui keberadaannya.

Warga menduga pelaku memiliki gangguan psikologis atau depresi. Dugaan ini muncul dari cara pelaku melakukan aksinya yang dinilai tidak biasa, seperti kembali memeriksa api setelah menyulutnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga