Preman Pemalak Sopir Bajaj di Tanah Abang Ditangkap Polisi, Uang Hasil Palakan untuk Keluarga
Jakarta - Aksi pemalakan terhadap sopir bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, berhasil diungkap oleh aparat kepolisian. Pelaku yang berinisial DP (27) kini telah diamankan setelah video aksinya viral di media sosial, memicu penyelidikan intensif dari pihak berwajib.
Kronologi Kejadian dan Respons Cepat Polisi
Insiden pemalakan ini terjadi pada Minggu, 12 April 2021, sekitar pukul 16.00 WIB di kawasan Pasar Blok A Tanah Abang, tepatnya di Jalan KH Mas Mansyur, Kelurahan Kebon Kacang. Dalam kejadian tersebut, korban mengalami kerugian uang tunai sebesar Rp 2.000. Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menjelaskan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan Kecamatan, Satpol PP, dan Dishub untuk melakukan patroli di wilayah rawan pungutan liar.
"Saat ini anggota masih melakukan lidik untuk menemukan pelaku yang diduga melakukan pemalakan. Dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait misal kecamatan dan Satpol PP serta Dinas Perhubungan untuk laksanakan patroli bersama sama di wilayah rawan pungli," ujar AKBP Dhimas dalam keterangannya.
Video Viral dan Pengakuan Sopir Bajaj
Dari video yang beredar luas, terlihat seorang pria menghampiri sopir yang berada di dalam bajaj. Sopir tersebut terpaksa memberikan uang kepada pria itu. Dalam percakapan yang terekam, penumpang yang merekam video bertanya, "Di Tanah Abang gitu ya, Bang? Dikasih atau palak?" Sopir bajaj dengan tegas menjawab, "Ya dipalak."
Peristiwa ini disebut terjadi pada Jumat, 10 April. Para sopir bajaj yang mangkal di area tersebut mengaku sering menjadi sasaran pemalakan dengan modus uang setoran harian. Salah satu sopir mengungkapkan bahwa mereka harus menyetor uang sebesar Rp 100 ribu setiap hari dan kerap mendapat ancaman, mulai dari diteriaki maling hingga mengalami tindakan kekerasan jika menolak memberikan uang.
Sorotan Gubernur DKI Jakarta dan Penangkapan Pelaku
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut menyoroti aksi pemalakan ini. Dia menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku premanisme di ibu kota. "Kemarin saya sudah melihat videonya dan saya sudah meminta kepada Satpol PP, kepada Kepala Dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap hal itu," ujar Pramono. Dia menambahkan, "Tidak ada kompromi lagi. Jadi premanisme di Jakarta, saya sebagai gubernur, saya tidak ragu-ragu untuk itu."
Polisi berhasil menangkap pelaku berinisial DP (27) melalui upaya Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung, mengonfirmasi, "Pelaku sudah kami amankan." Tim polisi merespons cepat video viral dengan mengecek langsung ke lokasi kejadian, yang akhirnya mengidentifikasi dan mengamankan pelaku di rumah kontrakannya.
Pelaku kemudian dibawa ke Polsek Metro Tanah Abang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Hasil tes urine pelaku menunjukkan negatif narkoba. Reynold menegaskan, "Kami pastikan setiap tindakan yang meresahkan masyarakat, sekecil apa pun, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku."
Pengakuan Pelaku dan Imbauan kepada Masyarakat
Dalam pengakuannya kepada polisi, pria berinisial DP (27) mengungkapkan bahwa uang hasil memalak sopir bajaj di Tanah Abang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, khususnya anak dan istri. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlin Sumantri, menyatakan, "Pengakuan dari pelaku buat keperluan anak-istri."
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap tindakan yang meresahkan melalui layanan 110. "Masyarakat jangan ragu melapor agar dapat segera kami tindak lanjuti," kata Budi Hermanto. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya aksi premanisme serupa di masa depan.



