Polisi Persilakan Eks Ketua BEM UGM Tiyo Laporkan Temuan Alat Pelacak
Polisi Persilakan Tiyo Laporkan Temuan Alat Pelacak

Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mempersilakan eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto untuk segera membuat laporan resmi terkait temuan dua alat yang diduga sebagai pelacak yang terpasang pada mobilnya. Langkah ini dinilai penting sebagai dasar hukum untuk melakukan penyelidikan secara prosedural, objektif, dan mendalam.

Pernyataan Resmi Polda DIY

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, dalam keterangannya pada Senin (15/6) menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi dari Tiyo. Meski demikian, jajarannya tetap melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi awal guna menjaga kondusivitas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Kami mempersilakan saudara Tiyo atau pihak yang dirugikan untuk segera membuat laporan resmi ke Polda DIY. Laporan tersebut penting sebagai dasar hukum bagi kami untuk melakukan penyelidikan secara prosedural, objektif, dan mendalam," ujar Ihsan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tanggapan Tiyo Ardianto

Sementara itu, Tiyo mengaku masih mempertimbangkan untuk membuat laporan resmi ke polisi. Ia juga tengah melakukan investigasi mandiri terkait temuan alat bernama PBX Finder yang diduga sebagai pelacak tersebut.

"Saya sedang pertimbangkan untuk laporkan sembari lakukan investigasi secara mandiri," kata Tiyo secara terpisah.

Tiyo mengaku menemukan dua alat pelacak yang terpasang di mobil yang dikendarainya. Temuan itu diungkapkan melalui akun Instagram pribadinya setelah ia menerima sejumlah notifikasi dari perangkat pelacak PBX Finder saat dalam perjalanan dari Semarang ke Yogyakarta.

Kronologi Temuan

Menurut Tiyo, ia pertama kali menyadari kehadiran beberapa orang tak dikenal yang menguntit dan memotretnya secara terang-terangan saat mengisi kegiatan diskusi di Semarang pada Sabtu (13/6). "Itu menurut saya jadi aba-aba bahwa saya memang sedang diintai," ujarnya.

Usai kegiatan tersebut, Tiyo berangkat ke Yogyakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi di Gejayan. Dalam perjalanan, ponselnya menerima notifikasi terkait perangkat pelacak yang bergerak bersamanya. Setelah aksi selesai, ia memeriksa mobil dan menemukan sebuah alat berbentuk kotak bermagnet yang ditempel di bagian belakang bodi kendaraan.

Keesokan harinya, saat kembali menuju Semarang, notifikasi serupa kembali muncul meski alat pertama telah dilepas. Setelah dilakukan pencarian ulang, Tiyo menemukan alat kedua berbentuk lingkaran pipih yang ditempel menggunakan lakban hitam di bagian ban kanan belakang mobil.

Dugaan Intimidasi

Tiyo mengaku sempat khawatir karena tidak mengetahui apakah kedua alat tersebut saling terkait. Ia menduga alat pertama baru dipasang saat berada di Yogyakarta karena kondisinya masih bersih, sementara alat kedua diketahui telah terpasang sejak Jumat (12/6) dan terakhir terlacak diperiksa pemiliknya saat ia masih berada di sebuah hotel di kawasan Tembalang, Semarang.

Setelah berkonsultasi dengan sejumlah pihak, Tiyo menilai pemasangan alat pelacak itu kemungkinan merupakan bentuk intimidasi. "Saya kira justru itulah letak di mana terornya terjadi. Bahwa ini sengaja dipasang untuk saya ketahui supaya jadi alarm bagi diri saya bahwa ke mana pun saya pergi ada orang-orang yang tahu, ada orang-orang yang mengamati," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga