Wakil Ketua DPR Dorong Pesantren Adaptif dengan Teknologi Digital
Waket DPR Dorong Pesantren Adaptif Teknologi Digital

Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal menekankan pentingnya transformasi digital di seluruh pondok pesantren di Indonesia. Menurutnya, pesantren harus menjadi lembaga yang adaptif dan ramah terhadap perkembangan teknologi informasi agar mampu menjawab tantangan zaman.

Pesantren Harus Adaptif dengan Teknologi

Cucun menyatakan bahwa pesantren kini harus sudah adaptif dengan perkembangan teknologi informasi. Ia mencontohkan Pondok Pesantren Al-Husaeni Cihelang sebagai salah satu lembaga pendidikan yang menjadi perhatiannya. Cucun menambahkan bahwa adaptif harus dimiliki santri di tengah kehadiran kecerdasan buatan (AI) serta lahirnya berbagai konsep teknologi baru lainnya. Hal ini penting agar para santri tetap memiliki daya saing di masa depan.

"Bahwa pesantren sekarang harus sudah adaptif dengan perkembangan teknologi informasi. Saya ingin pesantren-pesantren itu sudah ramah dengan perkembangan teknologi informasi karena tantangan zaman ke depan. Sekarang sudah lahirnya AI, lahirnya sekarang berbagai konsep-konsep tentang teknologi yang harus diadaptif, diimbangi oleh para santri yang ada di pesantren," katanya dalam keterangan resmi pada Selasa (16/6).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Nilai Tradisional Tetap Dipertahankan

Meski harus adaptif dengan perubahan teknologi, Cucun juga berharap bahwa hal itu tidak mengurangi nilai tradisional di pesantren. Ia berharap keberadaan teknologi informasi yang ditunjang nilai pesantren ke depan bisa menjadikan posisi santri semakin kuat. Tidak hanya itu, ia berharap dengan penguasaan teknologi yang mumpuni, santri bisa menjadi sumber daya manusia unggul dan siap menghadapi dinamika global.

Kunjungan ke Pondok Pesantren Al-Husaeni Cihelang

Selain memberikan petuah kepada santri di Pondok Pesantren Al-Husaeni Cihelang, dalam kunjungannya ke Ciparay, Cucun juga meninjau pasar murah untuk warga Desa Cihelang, Ciparay. Pasar murah tersebut digelar melalui kerja sama DPR dengan Bappanas (Barang Pangan Nasional).

"Kemudian juga kita akan kerja sama dengan Bulog dan Dinas Ketahanan Pangan di Kabupaten Kota yang ada di Jawa Barat. Dan saya harap semua juga himbau teman-teman saya, terutama yang di BKB. Baik yang DPR RI, DPRI Provinsi, DPRI Kabupaten Kota. Semua gelar pasar murah ini di tiap kecamatan, desa-desa yang ada di Kabupaten Bandung," katanya.

Ia berharap kehadiran pasar murah bisa membantu dan meringankan kondisi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga