Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Reynold EP Hutagalung membantah adanya penembakan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/7). Bantahan ini disampaikan menyusul beredarnya video dan foto yang menunjukkan salah satu kaca gedung retak hingga pecahan jatuh ke lantai dasar.
Penyebab Kaca Pecah Menurut Polisi
Reynold menjelaskan bahwa kaca gedung tersebut pecah disebabkan oleh cuaca panas yang terjadi belakangan ini. "Pecahan kaca di Gedung BGN diduga karena di luar suhu yang panas dan di dalam dengan menggunakan AC sehingga memuai yang mengakibatkan kaca pecah," kata Reynold saat dikonfirmasi.
Menurut informasi yang diterima dari pihak pengelola gedung, kejadian kaca pecah di gedung tersebut kerap terjadi saat musim kemarau. "Disampaikan pihak pengelola gedung atas nama Martin bahwasanya dalam satu tahun bisa 1-2 kali kaca gedung pecah saat musim panas/kemarau," kata Reynold.
Klarifikasi di Tengah Isu Penembakan
Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi isu yang sempat berkembang mengenai dugaan penembakan di lokasi. Polisi memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan yang mengarah pada tindak kriminal. Kejadian murni akibat faktor alam, yaitu perbedaan suhu ekstrem antara luar dan dalam ruangan yang menyebabkan pemuaian kaca.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak BGN terkait insiden tersebut. Namun, pengelola gedung telah melakukan penanganan awal dengan membersihkan pecahan kaca dan mengecek kondisi kaca lainnya untuk mencegah kejadian serupa.



