Polisi Dalami Laporan Pencemaran Nama Baik yang Libatkan Jubir KPK Budi Prasetyo
Polisi Dalami Laporan Pencemaran Nama Baik Jubir KPK

Polisi Mulai Periksa Laporan Pencemaran Nama Baik yang Libatkan Jubir KPK

Polisi Polda Metro Jaya telah memulai pendalaman terhadap laporan dugaan pencemaran nama baik yang menyeret juru bicara (jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo. Laporan ini dilayangkan oleh Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri, Faizal Assegaf, dan saat ini sedang dalam tahap penyiapan administrasi penyidikan (mindik).

Proses Hukum Dimulai

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa laporan dari pelapor FA terkait dengan jubir KPK ini berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik. "Laporan dari pelapor FA terkait tentang jubir KPK, ini kaitan tentang pencemaran nama baik," kata Budi Hermanto kepada wartawan pada Kamis, 16 April 2026.

Peristiwa ini terjadi sekitar 8 April 2026, bermula dari pernyataan yang beredar di pemberitaan, di mana pelapor diduga disebutkan menerima barang atau fasilitas. Budi menegaskan bahwa penyidik masih menyiapkan administrasi penyidikan. "Ini sudah kami terima dari Polda Metro Jaya. Pada saat sekarang ini sedang pendistribusian, penyiapan mindik (administrasi penyidikan)," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pihak kepolisian berencana melayangkan panggilan kepada pelapor untuk menyerahkan barang bukti dan meminta menghadirkan saksi-saksi. "Kami mohon waktu dan ruang kepada teman-teman sekalian untuk teman-teman penyidik dan penyelidik ini bekerja dulu," tambah Budi Hermanto.

Tanggapan Jubir KPK

Sebelumnya, Jubir KPK Budi Prasetyo telah merespons laporan Faizal Assegaf ke Polda Metro Jaya. Dia mengaku tidak ambil pusing dan memastikan bahwa seluruh kerja-kerja KPK, termasuk pemeriksaan saksi, dapat dipertanggungjawabkan. "Seluruh proses hukum yang dilakukan oleh KPK dalam pemanggilan kepada para saksi, pemeriksaan kepada yang bersangkutan, termasuk penyitaan, dan apa yang kemudian kami sampaikan kepada masyarakat sebagai bagian dari pertanggungjawaban KPK kepada publik, untuk menyampaikan setiap perkembangan penanganan perkara," kata Budi di Gedung Merah Putih Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Budi menegaskan bahwa sebagai juru bicara, informasi yang disampaikan sudah sesuai dengan yang diinformasikan oleh penyidik, termasuk dalam pemeriksaan Faizal Assegaf terkait penyitaan yang dipermasalahkan. Dia menyatakan bahwa Faizal sudah mengakui hal tersebut kepada penyidik saat diperiksa sebagai saksi. "Terkait dengan pemeriksaan dugaan penerimaan barang atau fasilitas oleh yang bersangkutan, itu juga sudah diakui kepada penyidik oleh yang bersangkutan, dan atas barang-barang yang diterima oleh yang bersangkutan, itu pun juga sudah disita oleh penyidik," jelas Budi.

Klaim Faizal Assegaf

Namun, Faizal Assegaf memiliki klaim yang berbeda. Dia menegaskan bahwa Budi Prasetyo tidak berbicara soal fakta yang sebenarnya. Faizal mengaku hanya dicecar lima pertanyaan saat diperiksa sebagai saksi di KPK, dengan dua di antaranya terkait bantuan pribadi dari seseorang bernama Rizal kepada sejumlah aktivis berupa perangkat elektronik seperti komputer, WiFi video, hingga body encoder.

Menurutnya, bantuan itu murni hubungan personal dan tidak terkait dengan perkara korupsi Bea Cukai. "Tidak ada keterlibatan kawan-kawan yang menerima bantuan ini dalam kasus kejahatan Bea dan Cukai," ucap Faizal.

Setelah pemeriksaan, Faizal geram dan menuding Budi memelintir informasi seolah dirinya dan rekan-rekannya terlibat dalam kasus korupsi. Dalam laporannya ke kepolisian, Faizal yang mengaku berprofesi sebagai wartawan investigatif, menegaskan sikapnya. "Kami bukan orang yang bisa dibohongi. Kalau salah, tangkap. Tapi kalau main politik, kami kejar," tandas dia.

Kasus ini terus berkembang dengan polisi yang masih mendalami laporan dan kedua pihak saling bersikukuh dengan versi masing-masing. Proses hukum diharapkan dapat mengungkap kebenaran di balik dugaan pencemaran nama baik ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga