Pada tahun 1859, seorang pria bernama Joshua Norton memasuki kantor koran The San Francisco Evening Bulletin dengan pakaian rapi. Ia menyerahkan sebuah dokumen yang kemudian dipublikasikan oleh editor karena penasaran. Dokumen itu berisi proklamasi bahwa Norton adalah Kaisar Amerika Serikat.
Awal Mula Deklarasi
Pada 17 September 1859, Norton menyatakan dirinya sebagai Kaisar Amerika Serikat. Ia mengklaim mewakili keinginan mayoritas warga AS. Proklamasi itu meminta perwakilan dari seluruh negeri untuk bertemu di Balai Musik San Francisco guna membentuk negara dan hukum baru.
Pengakuan Masyarakat
Anehnya, banyak orang di San Francisco mempercayai Norton sebagai kaisar. Ia dikenal memperjuangkan hak-hak imigran, perempuan, dan korban diskriminasi agama. Selama lebih dari 20 tahun, ia berkeliling kota dengan seragam biru lengkap epaulet kuningan, bersikap layaknya kaisar sungguhan.
Uang Kertas Atas Namanya
Beberapa bank bahkan menerbitkan uang kertas bergambar Norton. Para anggota Freemason membayar sewa rumahnya, dan pemilik toko menerima uang kertas yang ia klaim. Meskipun dihormati, banyak yang sadar bahwa Norton hanyalah gelandangan dengan masalah psikologis.
Kiprah Politik
Sebelum menjadi kaisar, pada 1858 Norton mencalonkan diri sebagai anggota Kongres secara independen, namun namanya tidak masuk surat suara. Pada Oktober 1871, ia membela kaum minoritas Tionghoa yang menjadi korban kerusuhan rasial di Los Angeles.
Akhir Kepemimpinan
Kepemimpinan Norton berakhir pada 8 Januari 1880 saat ia pingsan di sudut jalan dan dinyatakan meninggal pada usia 61 tahun. Setelah kematiannya, diketahui ia tinggal di kamar kecil rumah kos dengan koleksi tongkat, topi, koin, dan telegram palsu.
Sekitar 10.000 orang dari berbagai lapisan masyarakat datang memberi penghormatan. Jenazahnya diarak dalam peti mati kayu rosewood, dan ia dikenang sebagai eksentrik yang sering dibahas dalam buku, film, dan podcast.



