Budianto (47), Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang yang mengunggah video viral seorang petani diterbangkan menggunakan drone hingga belasan meter di atas tanah, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Video tersebut sempat menghebohkan media sosial dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Klarifikasi Lokasi dan Permintaan Maaf
Dalam klarifikasi yang diunggah melalui akun TikTok @mbahkaruhon, Budianto meluruskan bahwa lokasi perekaman video bukan di Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang seperti yang banyak dikira netizen. "Perkenalkan saya atas nama Budianto, biasa disebut di akun TikTok @mbahkaruhon, mengklarifikasi bahwa saya yang mengunggah video petani naik drone tersebut bukan dibuat di wilayah Kabuh, Jombang," kata Budianto dalam video klarifikasi yang dilihat detikJatim, Senin (13/7/2026).
Budianto mengakui bahwa video tersebut telah memicu kegaduhan dan menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat. "Atas kegaduhan video tersebut, saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat di manapun berada. Dan akan saya sampaikan kepada mitra saya bahwa hal tersebut sangat berbahaya, serta tidak akan mengulanginya lagi," ujarnya.
Harapan agar Mitra Tani Tidak Terdampak
Budianto berharap persoalan ini tidak menyeret mitra taninya ke dalam masalah yang lebih besar. Ia memastikan akan memberikan edukasi kepada mitra-mitranya mengenai bahaya penggunaan drone untuk menerbangkan manusia. Video viral yang memperlihatkan petani pulang-pergi menggunakan drone di Tuban, Jawa Timur, sempat menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Namun, setelah klarifikasi ini, diketahui bahwa lokasi kejadian bukan di Tuban melainkan di daerah lain yang belum diungkap.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian atau otoritas terkait mengenai potensi pelanggaran hukum dalam aksi tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak meniru aksi berbahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa.



