Viral Pemotor Acungkan Benda Mirip Pistol Usai Ditegur Tak Antre di SPBU Bandung
Pemotor Acungkan Pistol Usai Ditegur Tak Antre SPBU Bandung

Bandung - Aksi arogan seorang pemotor di Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah ia diduga tidak mau antre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan mengacungkan benda mirip pistol. Kejadian ini viral di media sosial dan menarik perhatian publik.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan video yang beredar, seorang pria mengendarai motor bebek dengan jaket ungu dan helm hitam terlihat ditegur oleh pengendara lain yang sedang antre. Setelah ditegur, ia membawa motornya ke arah keluar SPBU, namun tetap menatap pengendara yang menegurnya. Ia kemudian berjalan kaki kembali ke dalam SPBU dan mengacungkan benda seperti pistol. Seorang petugas SPBU segera menghampiri dan pria tersebut akhirnya meninggalkan lokasi.

Konfirmasi Polisi

Kapolsek Regol Kompol Heri Suryadi mengonfirmasi bahwa peristiwa terjadi di SPBU Jalan M Ramdan, Kelurahan Cigereleng, Kecamatan Regol, Kota Bandung, pada Kamis (24/4) sekitar pukul 06.28 WIB. Unit Reskrim Polsek Regol telah melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Seorang laki-laki dengan menggunakan kendaraan roda dua jenis Honda Shogun Z-6841-ED warna merah hitam, pada saat akan mengisi BBM pelaku tidak mau antre lalu ditegur oleh salah satu pengendara yang antre, lalu terjadilah adu mulut antara pelaku dan salah satu pengendara yang antre," kata Heri.

Heri juga membenarkan bahwa sebelum mengacungkan benda seperti pistol, pria tersebut sempat keluar untuk menyimpan motornya dan kembali ke SPBU. Setelah ditegur petugas, ia meninggalkan lokasi. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait identitas pelaku dan benda yang digunakan.

Reaksi Publik

Video aksi pemotor ini ramai dibagikan di media sosial dan menuai kecaman dari warganet. Banyak yang mengecam tindakan arogan pelaku yang tidak mau antre dan mengancam dengan benda mirip senjata. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga