Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Sempat Ganti Baju Saat Kabur
Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Ganti Baju Saat Kabur

Polisi Ungkap Detail Pelarian Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

Jakarta - Polisi berhasil mengungkap momen pelarian empat orang terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Kejadian ini terjadi di Jalan Salemba, Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3) pukul 20.37 WIB.

Pelaku Berganti Baju Usai Beraksi

Dalam rekaman CCTV yang dipadukan dengan pengolahan digital, terungkap bahwa salah seorang pelaku sempat berganti baju dalam pelariannya. "Setelah kejadian, salah satu pelaku diduga mengganti pakaian sebelum melanjutkan perjalanan dalam pelariannya," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin, Selasa (17/3/2026).

Para pelaku berjumlah empat orang dan mengendarai dua sepeda motor. Usai beraksi, mereka berpencar ke arah yang berbeda. Satu motor yang ditumpangi dua orang kabur dengan melawan arus di Jalan Salemba menuju Pasar Senen, lalu ke Jalan Kramat Raya, Tugu Tani, Stasiun Gondangdia, dan akhirnya menuju wilayah Jakarta Selatan.

Rute Pelarian dan Penyebaran Pelaku

Motor kedua yang ditumpangi dua pelaku lainnya lurus menuju Jalan Pramuka Sari 2, kemudian ke Matraman, Jatinegara, dan Jalan Otto Iskandar Dinata di Jakarta Timur. "Hasil analisa jaringan komunikasi menunjukkan para pelaku selanjutnya berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor," tambah Iman.

Polisi masih terus mengejar para terduga pelaku dan melakukan penyelidikan mendalam. "Kami masih terus melakukan pengumpulan fakta hukum berdasarkan dari analisa CCTV dan jaringan komunikasi yang kami peroleh," jelasnya.

Arahan Presiden dan Komitmen Polisi

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. "Kami menegaskan bahwa Polda Metro Jaya berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel," ujar Asep dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3).

Dia juga menyebutkan bahwa penanganan kasus ini mengedepankan kehati-hatian untuk menghindari spekulasi yang keliru di masyarakat. "Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian agar setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah terverifikasi," imbuhnya.

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ini telah menarik perhatian publik dan menjadi sorotan media. Polisi berjanji untuk terus bekerja hingga kasus ini tuntas terungkap.