Polisi Ungkap Pelajar Disiram Air Keras di Bogor Berawal dari Tawuran di Tangsel
Pelajar Disiram Air Keras Berawal dari Tawuran di Tangsel

Polres Bogor mengungkap fakta baru terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa tiga pelajar di Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Polisi menyatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan bagian dari rangkaian tawuran pelajar yang terjadi di Tangerang Selatan (Tangsel).

Kronologi Kejadian

Kasat PPA/PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri menjelaskan bahwa penyiraman air keras bermula dari aksi tawuran. "Jadi berawal mula dari perkara tawuran, sehingga di dalam proses tawuran tersebut ada penyiraman air keras," ujarnya pada Selasa (28/4/2026).

Silfi menambahkan bahwa para pelaku dan korban telah saling janjian untuk bertemu. "Iya, jadi memang janjian gitu kan dengan tim lawannya. Bermula dari yang di Tangerang Selatan tersebut, sampai akhirnya terjadi penyiraman air keras," imbuhnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban Ketiga Membantu Pengungkapan

Fakta tersebut terungkap setelah korban ketiga membuat laporan polisi ke Polsek Parung Panjang. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa lokasi tawuran dan penyiraman air keras sebenarnya berada di wilayah Tangerang Selatan, bukan di Bogor seperti yang dilaporkan sebelumnya.

"Didapati suatu keterangan baru bahwasanya ternyata para korban ini memberikan keterangan yang salah terkait tempat kejadian perkara yang seharusnya. Jadi tempat kejadian perkara penyiraman air keras tersebut itu masuk ke wilayah Polres Tangerang Selatan," kata Silfi. Ketiga korban berboncengan satu motor saat kejadian.

Pelimpahan Kasus ke Polrestro Tangsel

Saat ini Polres Bogor masih melengkapi administrasi untuk pelimpahan kasus ke Polres Metro Tangerang Selatan. Kedua polres telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) bersama-sama dengan para korban untuk memastikan lokasi.

"Tadi juga hari ini bersama Polres Tangerang Selatan juga sudah cek TKP sama-sama, bersama dengan korbannya. Itu memang benar lokasi penyiraman itu masuk ke wilayah Polres Tangerang Selatan," ujar Silfi. Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang melengkapi mindik untuk pelimpahan.

Kondisi Korban

Sebelumnya, polisi mengungkapkan bahwa jumlah korban penyiraman air keras ada tiga orang, semuanya pelajar dari sekolah yang sama. Dua korban masih dirawat di rumah sakit dan menjalani operasi, sementara satu korban mengalami luka bakar di wajah namun tidak dirawat inap dan masih bisa beraktivitas.

"Jadi ini korbannya ada tiga, yang dua masih di rumah sakit menjalani operasi. Yang dua (korban) masih dirawat, kalau yang satu luka bakar juga sekitaran muka, cuma dia tidak dirawat di rumah sakit, masih bisa beraktivitas," kata AKP Silfi Adi Putri.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga