Pasangan Kekasih Kepergok Mesum di Dalam Taksi Online di Cipulir, Kebayoran Lama
Jakarta - Sebuah insiden memalukan terjadi di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ketika seorang sopir taksi online menemukan pasangan kekasih penumpangnya diduga melakukan tindakan asusila di dalam kendaraannya. Kejadian ini kini telah menarik perhatian pihak kepolisian dan perusahaan penyedia layanan transportasi online.
Sopir Curiga dan Menegur, Pasangan Tak Menggubris
Sopir berinisial AR mengisahkan awal mula kecurigaannya terhadap kedua penumpangnya. Saat itu, dia menerima orderan dari wilayah Jakarta Pusat menuju Jakarta Selatan. Di tengah perjalanan, AR mulai curiga karena penumpang wanita terus-menerus tiduran dan meletakkan kepalanya di paha laki-laki.
Untuk memastikan kecurigaannya, AR mencoba menggeser spion bagian tengah mobilnya. Dari sana, dia mengaku melihat tindakan asusila yang dilakukan oleh pasangan tersebut. "Saya mulai nundukin spion tengah, saya nundukin spion tengah. Baru mulai saya tegur," ujar AR kepada wartawan pada Kamis (12/2).
Namun, teguran awal AR tidak digubris oleh pasangan itu. Mereka tetap dalam posisi semula. Baru setelah AR menegur dengan nada yang lebih tinggi, penumpang perempuan mulai beranjak bangun. AR juga melihat pakaian keduanya dalam keadaan tidak beraturan. "Saya ngeliat si cewek ini bajunya berantakan. Si laki-laki celananya juga nggak beres," ungkapnya.
AR mengaku tidak ingin gegabah dengan langsung meminta penumpang turun, karena khawatir akan mempengaruhi orderan pada akunnya. Di sisi lain, dia menyampaikan alasan mengunggah video dugaan tindakan asusila tersebut, yaitu untuk memberikan edukasi kepada penumpang agar bersikap sopan.
Gojek Blokir Akun Penumpang Secara Permanen
Gojek, sebagai perusahaan penyedia layanan, mengambil langkah tegas terhadap insiden ini. Akun milik penumpang taksi online tersebut telah diblokir secara permanen setelah investigasi membuktikan adanya pelanggaran.
Head of Corporate Affairs ODS, Rosel Lavina, dalam keterangannya pada Minggu (15/2/2026), menyatakan, "Berdasarkan investigasi tersebut terbukti penumpang melakukan pelanggaran. Akun penumpang tersebut telah kami lakukan suspend atau pemblokiran permanen."
Langkah ini diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang dan memastikan ekosistem perusahaan aman serta bebas dari tindak asusila dan pelanggaran lainnya. Gojek juga mengimbau mitra driver untuk melaporkan pelanggaran melalui kanal resmi, termasuk halaman bantuan di aplikasi Gojek Driver, dan menggunakan tombol darurat yang terhubung dengan Unit Darurat Gojek yang siap merespon 24 jam.
"Gojek berkomitmen menghadirkan ekosistem yang aman untuk pelanggan maupun mitra driver. Hal ini diwujudkan lewat serangkaian langkah preventif serta penindakan yang tegas atas pelaku pelanggaran," tambah Rosel Lavina.
Polisi Kantongi Identitas dan Akan Panggil Pasangan
Pihak kepolisian turut mengungkap perkembangan penyelidikan dugaan tindakan mesum ini. Identitas pemesan taksi online tersebut telah berhasil dikantongi oleh polisi.
Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Muhammad Kukuh Islami mengatakan, "Untuk identitas pemesan taksi online tersebut sudah kita kantongi." Pernyataan ini disampaikan saat dihubungi pada Minggu (15/2/2026).
Kukuh menegaskan bahwa pihaknya akan memanggil pasangan kekasih tersebut untuk mengklarifikasi dugaan asusila yang dilakukan. Saat ini, penyelidikan masih berlangsung, dan keterangan telah dimintai dari sopir taksi online. "Ke depan akan kita lakukan pemeriksaan. Masih dalam penyelidikan, untuk sopir taksi online sudah kami mintai keterangan. Kita masih melakukan penyelidikan," ujarnya.
Insiden ini menyoroti pentingnya etika dan kesopanan dalam menggunakan layanan transportasi online, serta respons cepat dari perusahaan dan aparat hukum dalam menangani pelanggaran.



