PAM Jaya Layangkan SP ke PT Moya Buntut Tiga Pekerja Tewas di Gorong-gorong
PAM Jaya Layangkan SP ke PT Moya Tewasnya Pekerja

PT PAM Jaya (Perseroda) akan melayangkan surat peringatan (SP) kepada mitranya, PT Moya Indonesia, menyusul insiden tewasnya tiga pekerja subkontraktor saat mengerjakan proyek di gorong-gorong kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Komisaris Utama PAM Jaya Prasetyo Edi Marsudi menegaskan bahwa pihaknya juga meminta PT Moya Indonesia bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.

PAM Jaya Minta Investigasi dan Tanggung Jawab Penuh

“Kami sangat-sangat berduka dan berempati atas korban meninggal dunia yang terjadi saat pekerjaan konstruksi,” kata Prasetyo Edi dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/7/2026). “Kami telah meminta PT Moya bertanggung jawab penuh menyelesaikannya dengan baik sesuai kemanusiaan dan hukum,” lanjutnya.

Prasetyo juga mengatakan PAM Jaya telah meminta PT Moya Indonesia melakukan investigasi bersama pihak terkait untuk mengungkap penyebab insiden tersebut. Selain itu, PAM Jaya menginstruksikan PT Moya Indonesia menyelesaikan seluruh tanggung jawab kepada para korban dan keluarganya sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan PAM Jaya tidak hanya menunggu hasil investigasi dari PT Moya Indonesia. Perseroan daerah itu juga akan mengambil langkah tegas sesuai perjanjian kerja sama kedua perusahaan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

“PAM Jaya akan memberikan surat peringatan (SP) kepada PT Moya Indonesia, dengan harapan kejadian serupa tidak terulang kembali,” ungkapnya.

PT Moya Evaluasi Keselamatan Kerja

Sementara itu, PT Moya Indonesia menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menyusul insiden tersebut. Perusahaan menjelaskan proyek yang sedang dikerjakan merupakan pembangunan infrastruktur jaringan distribusi air bersih untuk mendukung peningkatan layanan air minum bagi masyarakat Jakarta.

“Keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam setiap pelaksanaan proyek. Moya akan terus memperkuat penerapan standar keselamatan kerja serta memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku,” demikian pernyataan PT Moya Indonesia dalam keterangan tertulisnya.

Kronologi Insiden dan Korban WNA

Sebelumnya, peristiwa itu terjadi pada Kamis (9/7). Petugas pemadam kebakaran (damkar) menerima permohonan evakuasi korban pukul 09.49 WIB. Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 11.55 WIB.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan salah satu pekerja yang tewas adalah warga negara asing (WNA). Pramono mengatakan ketiganya merupakan pekerja subkontraktor atau pihak ketiga yang tengah mengerjakan proyek. “Saya sudah mendapatkan laporan dari Dirut PAM Jaya. Memang betul ada tiga orang,” kata Pramono di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/7).

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga