Bareskrim Ungkap Oknum Polisi Jadi Sniper Kampung Narkoba Samarinda
Oknum Polisi Jadi Sniper Kampung Narkoba Samarinda

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap keterlibatan oknum polisi di kampung narkoba Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur. Oknum polisi bernama Bripka DW tersebut berperan sebagai 'sniper' atau pengawas yang memantau pergerakan orang yang datang ke lokasi.

Brigjen Eko Hadi Santoso, Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, menyatakan bahwa Bripka DW saat ini telah diamankan oleh Satbrimob Polda Kaltim. "Bripka Dedy Wiratama ini adalah 'sniper' atau orang yang mengawasi pergerakan orang yang datang ke kampung narkoba, yang bersangkutan sudah diamankan oleh Satbrimob Polda Kaltim," ujarnya dalam keterangan resmi pada Senin (18/5/2026).

Eko Hadi menjelaskan bahwa Bripka DW saat ini tengah menjalani pemeriksaan terkait pelanggaran kode etik profesi Polri. Proses pemecatan terhadapnya juga sedang berlangsung. "Yang bersangkutan dalam proses pemecatan terkait pelanggaran lain, yaitu terkait dengan yang bersangkutan dinyatakan positif konsumsi narkoba setelah dilakukan cek urine dua kali, ditambah kasus baru ini," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Setelah proses kode etik selesai, Bripka DW akan dihadapkan pada proses pidana terkait keterlibatannya di kampung narkoba tersebut. "Nanti setelah proses kode etik selesai, yang bersangkutan akan dilakukan proses pidana narkotika oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri," tuturnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menggerebek kampung narkoba di Gang Langgar, Samarinda, pada Kamis (16/5). Dalam operasi tersebut, tim gabungan yang dipimpin Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury berhasil mengamankan 11 orang tersangka, termasuk bandar bernama Fernandes alias Nando.

Brigjen Eko Hadi menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam jaringan narkoba, termasuk oknum kepolisian. "Siapa pun yang terlibat akan kami tindak tegas tanpa kompromi," tegasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga