Mantan Biduan Jadi Otak Curanmor Spesialis Hajatan di Serang
Mantan Biduan Otaki Curanmor Spesialis Hajatan

Polres Serang berhasil membekuk komplotan pencurian kendaraan bermotor yang spesialis menyasar tempat hajatan. Dalam aksi tersebut, seorang mantan biduan berperan sebagai informan yang memberikan informasi mengenai lokasi acara.

Kronologi Penangkapan

Peristiwa pencurian terjadi pada 12 Mei 2026 sekitar pukul 23.30 WIB di Kampung Rukem, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Banten. Korban saat itu baru selesai menonton hiburan di hajatan warga dan mendapati motornya hilang. Kapolres Serang, AKBP Andri Kurniawan, menyatakan bahwa motor korban tidak ada padahal sebelumnya diparkir di dekat rumah warga.

Korban kemudian melapor ke polisi. Polisi berhasil menangkap empat orang pelaku. Awalnya, dua pria yang berperan sebagai penadah hasil curanmor diamankan pada Rabu, 14 Mei 2026, di kawasan Bogor. Keduanya adalah Saedi dan Suherman. Mereka mengaku mendapat kendaraan hasil curian dari seseorang bernama Jimi alias Kiming.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Polisi kemudian menangkap Jimi alias Kiming saat akan beraksi di wilayah Kota Serang bersama pacarnya, Dian. Mereka diamankan di salah satu hajatan di Kelurahan Nyapah, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

15 Kali Beraksi

Jimi alias Kiming merupakan residivis kasus curanmor di wilayah Banten. Dalam tiga bulan terakhir, pelaku telah beraksi di 15 lokasi. Ia sering beraksi di tempat hajatan atau hiburan. Para tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Polisi menyita lima sepeda motor, empat handphone, dan satu set kunci T.

Peran Mantan Biduan

Kepada polisi, Jimi mengaku memanfaatkan informasi dari pacarnya, Diana alias Dian, yang merupakan mantan biduan. Mereka memanfaatkan penjagaan di area hajatan yang longgar. Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady ES, mengatakan bahwa perempuan tersebut adalah mantan penyanyi yang tahu ada acara di mana saja. Dian telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena membantu.

Dian memiliki peran penting dalam aksi pencurian. Ia memberikan informasi soal lokasi hajatan yang ramai di Provinsi Banten hingga Jakarta. Mereka beraksi di Serang, Lebak, Tangerang, hingga Jakarta. Dian mengaku baru ikut lima kali, sementara Kiming lebih sering pergi sendirian ke lokasi hajatan atas informasi dari Dian. Kiming diketahui sudah memiliki istri, namun menjalin hubungan dengan Dian.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga