Mabes Polri Fokus Tangani Kasus Saling Lapor Selebgram Nabila O'Brien
Mabes Polri memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan kasus yang melibatkan selebgram Nabila O'Brien. Kasus ini menarik sorotan publik karena adanya fenomena saling lapor antara pihak-pihak terkait. Karopenmas Div Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa institusi kepolisian berkomitmen penuh untuk menangani perkara ini secara menyeluruh.
Komitmen Polri dalam Penyidikan
Trunoyudo menyatakan bahwa tim penyidik sedang mendalami setiap keluhan yang diajukan oleh para pihak yang terlibat. "Kami akan menyampaikan terkait berkembangnya informasi yang tentu diketahui oleh teman-teman dari saudari N. Yang pertama tentunya Polri berkomitmen pada semua hal yang menjadi keluhan tersebut dan kemudian akan mendalami serta menindaklanjutinya," ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta Selatan, Jumat (6/3) malam.
Polri memastikan bahwa penanganan kasus ini tidak akan dilakukan secara sembarangan. Prinsip keadilan akan menjadi landasan utama dalam setiap tahapan penyidikan. "Kita ketahui juga sebagai informasi yang disampaikan awal adalah adanya dua konstruksi peristiwa pelaporan atau saling lapor. Kembali lagi komitmen Polri, proses ini tetap akan dikedepankan rasa keadilan secara prosedur dengan tentunya ketentuan yang berlaku," tegas Trunoyudo.
Sikap Terbuka Terhadap Permohonan Khusus
Terkait desakan dari pihak terlapor maupun pelapor soal gelar perkara khusus, Polri menyatakan sikap terbuka. Setiap permohonan yang masuk akan dikaji secara mendalam sesuai dengan mekanisme internal korps Bhayangkara. "Dalam hal ini tentu tadi kami sampaikan, komitmen Polri terhadap keluhan apapun kita akan lakukan pendalaman dan tentunya akan ditindaklanjuti, ya," ungkapnya.
Mengenai pasal-pasal yang akan disangkakan kepada Nabila O'Brien, pihak kepolisian belum bisa membeberkan secara detail. Hal ini dikarenakan proses pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti masih berlangsung intensif. "Ya tentu tadi dalam masih proses untuk kita dalami ya, karena kan ini ada dua peristiwa yang perlu kami sampaikan di awal seperti itu," pungkas Trunoyudo.
Latar Belakang Kasus Nabila O'Brien
Sebelumnya, melalui akun Instagram @nabobrien, Nabila mengungkapkan rasa takutnya setelah lima bulan bungkam. Dia mengaku menjadi tersangka justru setelah mencoba membela diri dengan membagikan bukti CCTV dugaan pencurian di restorannya yang berlokasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
"Saya korban pencurian yang menjadi tersangka di Bareskrim Polri. Saya diam selama lima bulan karena saya takut untuk bersuara dan berbicara," ungkap Nabila dalam unggahan yang dikutip pada Kamis (5/3/2026).
Nabila juga membeberkan klaim mengejutkan terkait adanya tekanan untuk mengakui bukti CCTV tersebut sebagai fitnah. Bahkan, ia mengaku sempat dimintai uang dalam jumlah besar oleh pihak tertentu. "Selama lima bulan saya diminta untuk mengakui bahwa apa yang saya ungkapkan dan CCTV saya adalah fitnah, juga saya diminta Rp 1 miliar. (Saya) sudah coba segala macam upaya untuk membela diri saya, saya benar-benar takut," tuturnya.
Kasus ini terus berkembang dan menjadi perbincangan hangat di media sosial, dengan publik menantikan langkah-langkah lebih lanjut dari kepolisian dalam menegakkan hukum secara adil dan transparan.



