Insiden Pemukulan Waketum PSI Bro Ron di Menteng
Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald A Sinaga yang akrab disapa Bro Ron, menjadi korban pemukulan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5/2026). Peristiwa ini terjadi saat Bro Ron mendampingi karyawan sebuah perusahaan dalam mediasi terkait gaji yang belum dibayarkan.
Kronologi Kejadian
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika Bro Ron bersama 15 orang karyawan PT SKS melakukan audiensi ke Kantor Hukum MPP. Audiensi tersebut bertujuan untuk menuntut pembayaran gaji karyawan yang tertunda. Namun, karena tidak dapat bertemu dengan pihak MPP yang menjadi sasaran demo, Polsek Metro Menteng berinisiatif mengadakan mediasi di kantor polsek.
Awalnya, audiensi berjalan aman dan kondusif dengan pendampingan petugas. Namun, tiba-tiba muncul sekelompok orang tidak dikenal yang melakukan intimidasi dan menghalangi proses audiensi tanpa alasan jelas. Situasi pun memanas dan terjadi percekcokan, hingga akhirnya Bro Ron menerima pukulan dari sekelompok orang tersebut.
Petugas yang berada di lokasi segera melerai dan mengamankan korban serta pelaku untuk dibawa ke Polsek Metro Menteng guna pemeriksaan lebih lanjut.
Pelaku Diamankan
Kapolsek Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, membenarkan bahwa terduga pelaku pemukulan bersama satu pihak lain yang terlibat telah diamankan. Keduanya kini menjalani pemeriksaan di Mapolsek Menteng. “Sudah, terduga pelaku sudah saya amankan. Iya (korban Waketum PSI Ronald A Sinaga),” ujar Braiel pada Selasa (5/5).
Viral di Media Sosial
Peristiwa ini viral setelah diunggah oleh akun Instagram politisi Partai Nasdem, Sahroni. Dalam video yang beredar, sebelum pemukulan, terlihat seorang pria berkemeja krem berbincang dengan anggota Babinsa. Tak lama kemudian, seorang pria berbaju hitam tiba-tiba memukul wajah Ronald hingga ia terpental. Keributan pun pecah, namun petugas dan sejumlah orang berhasil melerai.
Insiden ini menjadi perhatian publik dan menambah daftar panjang kasus kekerasan yang terjadi di tengah proses mediasi ketenagakerjaan.



