Kondisi Terkini Advokat Usai Ditikam 'Matel' di Tangerang, Polisi Turun Tangan
Seorang advokat bernama Bastian Sori (40 tahun) menjadi korban penusukan oleh sekelompok debt collector atau yang dikenal sebagai 'mata elang' (matel) di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Insiden kekerasan ini terjadi pada Selasa (24/2/2026) dan telah menimbulkan keresahan di masyarakat.
Korban Alami Tiga Luka Tusukan Serius
Menurut keterangan resmi dari Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, korban mengalami luka tusuk yang cukup parah. "Luka tusuk di perut sebanyak 2 tusukan dan 1 luka tusukan di bagian punggung," jelas Budi Hermanto dalam pernyataannya.
Bastian Sori sempat dibawa ke klinik terdekat untuk pertolongan pertama. Namun, karena kondisi lukanya yang serius, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya. "Karena luka korban cukup serius, sehingga korban dilarikan ke RS Siloam Internasional Lippo Karawaci Kelapa Dua," imbuh Budi Hermanto.
Penyelidikan Intensif Dilakukan Polisi
Kasus penusukan ini kini ditangani oleh Satreskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel). Pihak kepolisian telah menurunkan tim ke lokasi kejadian dan tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas serta motif para pelaku. "Untuk pelaku masih diselidiki oleh Polres Tangsel," tegas Budi Hermanto.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, menyatakan bahwa beberapa saksi telah diperiksa untuk mendukung proses penyidikan. "Beberapa saksi sudah diperiksa untuk melakukan penindakan dan penangkapan terhadap matel yang arogan," kata Boy Jumalolo seperti dilansir dari Antara.
Selain itu, Kapolres juga telah menjenguk korban yang saat ini masih terbaring di RSUD Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan perawatan intensif. Boy Jumalolo menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku. "Kami akan menindak tegas sekelompok matel yang membuat gaduh di wilayah Polres Tangsel," ujarnya dengan tegas.
Pemicu Insiden dan Viral di Media Sosial
Kejadian ini menjadi viral di berbagai platform media sosial setelah video dan informasi terkait beredar luas. Berdasarkan informasi yang berkembang, insiden diawali dengan cekcok mulut antara korban dan para pelaku.
Peristiwa penusukan terjadi ketika para debt collector tersebut hendak menarik paksa kendaraan Toyota Fortuner milik Bastian Sori. Korban menolak penarikan kendaraan karena dinilai tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penolakan ini memicu kemarahan pelaku yang kemudian menusukkan senjata tajam ke perut korban. Insiden tragis ini terjadi di depan istri korban, yang menyaksikan langsung aksi kekerasan tersebut.
Kasus ini telah menarik perhatian berbagai pihak, termasuk organisasi profesi advokat yang mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas tindakan kekerasan terhadap rekan sejawat mereka. Masyarakat pun menanti perkembangan lebih lanjut dari proses hukum yang sedang berjalan.