Kawal Demo di Bulan Ramadan, Polisi Kompak Pakai Peci dan Sorban
Kawal Demo Ramadan, Polisi Pakai Peci dan Sorban

Kawal Demo di Bulan Ramadan, Polisi Kompak Pakai Peci dan Sorban

Liputan6.com, Jakarta - Aksi demonstrasi mahasiswa di Markas Besar (Mabes) Polri pada Jumat (2/2) menampilkan suasana yang unik dan berbeda dari biasanya. Para polisi yang bertugas mengamankan aksi tersebut terlihat kompak mengenakan peci dan sorban berwarna putih untuk anggota laki-laki, sementara polisi wanita (polwan) memakai kerudung. Hal ini menjadi pembeda signifikan dibandingkan dengan aksi-aksi sebelumnya yang umumnya menggunakan baret sebagai bagian dari seragam.

Penggunaan atribut bernuansa keagamaan ini tidak lepas dari momentum bulan suci Ramadan, yang sedang berlangsung saat itu. Selain itu, pihak kepolisian juga turut menginisiasi kegiatan sholawatan bersama massa aksi menjelang waktu buka puasa, menciptakan atmosfer yang lebih harmonis dan penuh kekeluargaan.

Kedatangan Massa dan Tuntutan Mahasiswa

Berdasarkan pantauan langsung Liputan6.com, massa aksi yang terdiri dari BEM UI dan mahasiswa dari berbagai kampus lainnya tiba di Mabes Polri sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka tampil dengan mengenakan almamater kuning khas Universitas Indonesia, menunjukkan solidaritas dan identitas kelompok.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan utama yang tertuang dalam poin-poin berikut:

  1. Mendesak penjatuhan hukuman pidana yang seberat-beratnya kepada polisi pembunuh AT dan segenap aparat pelaku represifitas.
  2. Mendesak pencopotan Listyo Sigit dari jabatan KAPOLRI dan Dadang Hartanto dari jabatan KAPOLDA Maluku.
  3. Menuntut pembebasan seluruh tahanan politik yang dikriminalisasi.
  4. Menuntut penegakan batasan kewenangan dan penarikan POLRI dari jabatan sipil.
  5. Menuntut hasil konkret Reformasi Polri secara struktural, kultural, dan instrumental dari komisi percepatan Reformasi Polri.

Tanggapan Resmi dari Polda Metro Jaya

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan oleh massa aksi mahasiswa di Mabes Polri akan dijadikan bahan evaluasi mendalam bagi internal kepolisian. Budi menyatakan bahwa poin-poin tuntutan tersebut akan dipelajari dengan seksama untuk memperbaiki institusi Polri ke depan.

"Ya, ini menjadi evaluasi bagi kita. Terhadap apa-apa poin (aspirasi) yang akan disampaikan ini menjadi evaluasi dan pembelajaran bagi kita internal kepolisian," jelas Budi kepada wartawan pada Jumat (27/2/2026).

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa pihaknya akan menyampaikan permintaan audiensi dari massa aksi kepada Kapolri dan mengkaji tuntutan yang telah diutarakan. "Ya, nanti kami sampaikan, akan dikaji. Karena ini kan juga pasti Bapak Kapolri juga menonton kegiatan ini," tegasnya.

Budi juga memastikan bahwa kepolisian akan terus membangun komunikasi yang baik untuk menjamin keamanan jika terjadi aksi lanjutan. Ia menekankan bahwa penyampaian aspirasi di muka umum merupakan hak masyarakat yang sepenuhnya dilindungi oleh undang-undang.

"Kami menyampaikan, tetapi pihak kepolisian masih siap untuk melakukan pelayanan pengamanan terhadap seluruh masyarakat ataupun komponen yang menyampaikan aspirasi di muka umum. Itu karena dilindungi oleh undang-undang," kata dia.

Dengan demikian, aksi demonstrasi ini tidak hanya menyoroti tuntutan reformasi, tetapi juga menunjukkan adaptasi kepolisian dalam menyikapi situasi selama bulan Ramadan, menciptakan dinamika yang lebih santun dan berempati.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga