Kapolri Perintahkan Penangkapan Penembak Pilot Smart Air, Minta TNI-Polri Sinergi
Kapolri Perintahkan Tangkap Penembak Pilot Smart Air

Kapolri Perintahkan Penangkapan Penembak Pilot Smart Air di Papua

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara tegas memerintahkan penangkapan pelaku penembakan pesawat Smart Air yang terjadi di Korowai, Papua. Peristiwa tragis ini mengakibatkan pilot dan kopilot pesawat tewas setelah ditembaki oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Perintah Tegas untuk Mencegah Peristiwa Berikutnya

Dalam pernyataannya, Kapolri menekankan pentingnya penuntasan kasus ini agar masyarakat setempat dapat merasa tenang. "Kami minta supaya peristiwa-peristiwa yang terjadi di beberapa hari ini, TNI dan Polri bersinergi untuk mencegah agar jangan sampai terjadi peristiwa-peristiwa selanjutnya," ujar Listyo Sigit saat ditemui di Jakarta Barat, seperti dikutip dari Antara.

Dia juga mengungkapkan bahwa identitas pelaku sudah memiliki gambaran, sehingga pengejaran dan pendalaman kasus telah diperintahkan kepada jajaran di lapangan. "Kami tentunya sudah memerintahkan untuk jajaran kita yang ada di sana untuk melakukan pengejaran, pendalaman karena identitasnya kita juga sudah memiliki gambaran," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pelaku Diduga dari KKB Batalion Kanibal dan Semut Merah

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, terungkap bahwa pelaku penembakan adalah KKB Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin oleh Elkius Kobak dari Yahukimo. "Memang dari penyelidikan terungkap bahwa pelaku penembakan adalah KKB Kelompok Kanibal dan Semut Merah yang merupakan kelompok asal Yahukimo," jelas Faizal Ramadhani.

Penegakan hukum saat ini telah dilakukan dengan pengerahan tim khusus untuk menangkap para pelaku. Faizal memastikan bahwa penyelidikan dan penegakan hukum akan dilaksanakan secara terukur dan profesional, dengan tujuan melindungi masyarakat, memulihkan keamanan, serta memberikan rasa aman.

Kronologi Insiden Penembakan

Insiden penembakan terhadap pesawat dan kru Smart Air terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026. Pesawat yang membawa 13 penumpang dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, tiba di Lapangan Terbang Korowai ketika ditembaki oleh kelompok bersenjata tersebut. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan luas dan mendorong respons cepat dari aparat keamanan.

Kapolri menegaskan bahwa sinergi antara TNI dan Polri sangat krusial dalam mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Langkah-langkah penanganan kasus ini diharapkan dapat mengembalikan stabilitas keamanan di wilayah Papua, terutama di daerah-daerah rawan konflik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga