Kapolri Tegaskan Prinsip Zero Accident dan Standar Mutu di SPPG Polri
Kapolri Pastikan Zero Accident dan Standar Mutu di SPPG Polri

Kapolri Tegaskan Komitmen Zero Accident dan Standar Mutu di SPPG Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas memastikan penerapan prinsip zero accident dalam program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Polri. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa prioritas utama adalah menjaga standarisasi mutu dan higienitas untuk menjamin keamanan pangan bagi masyarakat penerima manfaat.

Target Pembangunan SPPG dan Arahan Presiden

Dalam acara Peresmian & Groundbreaking 1.179 serta Peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jenderal Sigit menyampaikan bahwa Polri menargetkan pembangunan hingga 1.500 SPPG di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Ia menambahkan bahwa target ini dapat disesuaikan jika ada arahan lebih lanjut dari Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan memperluas jangkauan pemenuhan gizi dan meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi.

Standarisasi Mutu dan Sertifikasi yang Telah Dicapai

Kapolri mengungkapkan bahwa Polri senantiasa menempatkan aspek standarisasi mutu, higienitas, dan keamanan pangan sebagai prioritas. Saat ini, sebanyak 201 SPPG Polri telah memiliki sertifikat laik higiene sanitasi, 119 SPPG telah bersertifikat halal, dan 147 SPPG telah lulus uji laboratorium. Hal ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjamin kualitas dan keamanan makanan yang disediakan.

Peralatan dan Prinsip Food Security untuk Zero Accident

Untuk mendukung prinsip zero accident, SPPG Polri telah dilengkapi dengan berbagai peralatan, seperti filter dan water heater untuk pengelolaan air. Jenderal Sigit menekankan bahwa seluruh SPPG menerapkan prinsip food security dan food safety secara ketat, termasuk penggunaan tes kits sebagai quality control. Tes kits ini dikembangkan melalui Farmapol Pusdokkes Polri, dengan kapasitas produksi awal 400 unit per bulan, dan ditargetkan dapat memenuhi kebutuhan hingga 33 ribu SPPG secara nasional dalam jangka panjang.

Dengan langkah-langkah ini, Polri berupaya mempertahankan rekam jejak zero accident dan memastikan bahwa program MBG memberikan manfaat optimal bagi jutaan penerima di seluruh Indonesia.