Kapolda Metro Ajak Bintara Brimob Jadi Polisi Humanis, Jangan Sakiti Rakyat
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, memberikan pengarahan kepada 1.000 bintara dan tamtama yang baru saja menyelesaikan Pendidikan Dasar Brimob Tahun Anggaran 2026. Dalam amanatnya, Kapolda menekankan agar para personel menjadi polisi yang memberikan rasa aman, bukan justru menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.
Pesan Loyalitas dan Dedikasi
Mengawali arahannya, Kapolda Irjen Asep Edi Suheri menegaskan bahwa Brimob merupakan pasukan elite dengan ciri khas loyalitas yang kuat terhadap institusi. "Saya ingin menekankan ciri khas seseorang pasukan Brimob. Memiliki loyalitas yang tidak tergoyahkan. Loyal kepada negara, loyal kepada institusi, loyal kepada pimpinan, dan loyal kepada tugas," ujar Irjen Asep dalam sambutannya, Jumat (13/3).
Ia menambahkan bahwa loyalitas tersebut harus dibuktikan melalui sikap kedisiplinan, kesiapan menjalankan perintah, dan keberanian berdiri di garis depan saat negara memanggil. Brimob adalah korps yang dibangun dengan dedikasi dan pengorbanan, hadir untuk menjawab tantangan, bukan menghindarinya.
Menjadi Polisi yang Bermanfaat
Kapolda juga berpesan agar para bintara dan tamtama Brimob menjadi polisi yang bermanfaat bagi masyarakat. "Rekan-rekan yang saya cintai dan saya banggakan, ada beberapa penekanan yang harus kalian ingat dan laksanakan. Pertama, jadilah polisi yang bermanfaat untuk masyarakat. Kehadiran kalian harus memberi rasa aman, memberi pertolongan, dan memberi perlindungan," jelasnya.
Ia menekankan pentingnya kehadiran pasukan Brimob yang membawa ketenangan, bukan ketakutan. "Jadilah pasukan Brimob yang humanis, namun tegas," tambahnya. Pesan ini disampaikan untuk memastikan bahwa personel tidak menyakiti hati masyarakat dengan ucapan kasar, sikap arogan, atau tindakan yang melukai rasa keadilan.
Kekuatan untuk Melindungi
Irjen Asep mengingatkan bahwa kekuatan yang dimiliki oleh anggota Polri harus digunakan untuk melindungi, bukan untuk menyakiti. Anggota Polri harus bersikap tegas, namun tetap memperhatikan sisi kemanusiaan dan tanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya mengasah kemampuan diri, baik fisik, mental, maupun keterampilan dalam menjalankan tugas pokok Polri.
"Pasukan Brimob tidak boleh lemah, tidak boleh lengah, dan tidak boleh cepat puas," tuturnya. Selain itu, ia meminta agar personel Brimob menjaga soliditas dan jiwa korsa, dengan saling menguatkan, menjaga, dan mengingatkan satu sama lain.
Kebanggaan sebagai Bagian Korps Brimob
Kapolda menyampaikan harapan agar para bintara dan tamtama Brimob menanamkan kebanggaan dalam diri sebagai bagian dari Korps Brimob Polri, yang dikenal tangguh, berani, disiplin, dan setia. "Kepada seluruh Bintara dan Tamtama Remaja Brimob yang saya cintai dan saya banggakan, saya ingin kalian menanamkan kebanggaan dalam dada bahwa kalian adalah bagian dari Korps Brimob Polri, korps yang dikenal tangguh, berani, disiplin, dan setia," ucapnya.
Sebelum menutup arahannya, Kapolda berharap agar Bintara Brimob menjadi personel yang tangguh, pemberani, loyal, dan siap mengabdi untuk nusa dan bangsa. "Sekali melangkah pantang menyerah, sekali tampil harus berhasil. Jiwa ragaku demi kemanusiaan, Brimob untuk nusa dan bangsa," tutupnya.
Apel di Stadion Presisi Polda Metro Jaya
Apel pengarahan ini digelar di Stadion Presisi Polda Metro Jaya, Jumat (13/3). Sebanyak 1.000 pasukan muda Brimob yang hadir terdiri dari 547 Bintara Remaja dan 453 Tamtama Remaja. Irjen Asep mengatakan jumlah tersebut menjadi kekuatan baru di Korps Brimob.
Acara ini juga dihadiri oleh Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwobo, Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto, pejabat utama (PJU) Polda Metro Jaya, serta para Kapolres. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya pembinaan personel muda untuk menjaga integritas dan kinerja kepolisian.
