Koalisi Masyarakat Sipil Kutuk Keras Penyerangan terhadap Aktivis KontraS
Koalisi Masyarakat Sipil secara tegas mengutuk insiden penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Dalam jumpa pers yang digelar pada Jumat (13/3/2026), koalisi ini mendesak agar kasus tersebut diusut secara tuntas dan pelaku serta dalang di baliknya diungkap ke publik.
KontraS Alami Intimidasi Berulang Selama 28 Tahun
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menyatakan bahwa selama 28 tahun berdiri, organisasinya kerap mengalami berbagai bentuk intimidasi dan teror. Dia menegaskan bahwa serangan terhadap Andrie Yunus ini mencerminkan kondisi demokrasi yang sedang berada di titik nadir.
"Ini bukan lagi alarm demokrasi, melainkan jurang demokrasi. KontraS selalu mengalami teror yang perlu diusut, dan pelakunya harus diungkap," tegas Dimas. Dia meminta akuntabilitas penegakan hukum dari negara serta keseriusan dalam melindungi hak asasi manusia, terutama bagi para pembela HAM.
Amnesty International dan Akademisi Ikut Bersuara
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, juga mengutuk keras penyerangan tersebut. Dia menekankan bahwa investigasi harus dilakukan secara cermat, tanpa terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai pelaku. "Serangan ini bukan pertama kali dialami Andrie Yunus. Teror sering muncul di tengah ketegangan konflik elite politik, dan ini perlu dicermati," ujar Usman.
Sementara itu, Dosen Universitas Indonesia Sulistyowati Irianto mengkritik keras tindakan brutal terhadap anak muda. "Indonesia Emas 2045 adalah omong kosong jika anak muda dihancurkan secara brutal. Mereka tidak akan takut, justru semakin ditekan semakin melawan," katanya.
YLBHI Desak Polisi Ungkap Pelaku dan Dalang
Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, menjelaskan bahwa Andrie Yunus adalah sosok pemberani yang kerap menjadi target penyerangan. Isnur mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan polisi pasca-kejadian dan mendesak agar pelaku serta otak di balik serangan ini segera diungkap.
"Polisi sudah mengambil semua bukti. Seharusnya tidak ada hambatan untuk mengungkap pelaku dan siapa dalangnya. Pertanyaannya, apakah mereka berani mengungkapnya?" tanya Isnur. Dia mendesak Kapolri dan Kapolda untuk menggunakan seluruh kemampuan reserse guna membuktikan eksistensi dan kompetensi kepolisian.
Polri Berikan Atensi Khusus dan Jamin Usut Tuntas
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjamin bahwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini akan diusut tuntas. Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa Kapolri telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus tersebut.
"Penanganan oleh Satreskrim Polres Jakarta Pusat didukung oleh Polda Metro Jaya dan Bareskrim untuk mempercepat pengungkapan. Polri memastikan proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara ilmiah," jelas Isir. Polisi telah mengecek rekaman CCTV dan memeriksa sejumlah saksi dalam upaya mengungkap kebenaran di balik insiden ini.
