Anggota Gangster Rayakan Ultah dengan Cek Ombak untuk Tawuran di Jaktim
Gangster Cek Ombak untuk Tawuran Saat Rayakan Ultah

Anggota Gangster Rayakan Ulang Tahun dengan Cek Ombak untuk Tawuran di Jakarta Timur

Polda Metro Jaya berhasil mengamankan tiga orang remaja yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di kawasan Cilangkap, Jakarta Timur. Ketiganya diringkus saat sedang mencari lawan pada Sabtu (14/3/2026) dini hari, dalam insiden yang mengungkap kegiatan gangster yang merayakan ulang tahun geng mereka.

Patroli Kewilayahan Ungkap Aktivitas Mencurigakan

Dirsamapta Polda Metro Jaya, Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo, menjelaskan bahwa ketiga remaja tersebut diamankan saat polisi melakukan patroli kewilayahan rutin. Patroli ini melibatkan Tim Patroli 3P, Patroli Kota, Patroli Monitoring, Unit K9, dan Polwan untuk menjaga keamanan di wilayah tersebut.

"Tim 3P kemudian memberhentikan 3 pemuda yang mencurigakan. Setelah diperiksa, diketahui bahwa mereka sedang mengecek situasi atau 'cek ombak' untuk melihat apakah ada polisi yang melintas, dan ternyata mereka hendak mencari lawan untuk tawuran," kata Kombes Dwi Ari dalam keterangannya.

Pesta Ulang Tahun Gangster dengan Senjata Tajam dan Miras

Saat diinterogasi, ketiga remaja mengaku sebagai anggota gangster yang sedang merayakan pesta ulang tahun geng mereka. Polisi kemudian menelusuri tempat pesta tersebut digelar dan mendapati 15 orang lainnya sedang berpesta dengan berbagai jenis minuman keras (miras) serta senjata tajam.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, teman-teman tiga remaja tersebut sedang mengadakan pesta ulang tahun gangster atas nama @Blaster14Maret. Tim menemukan 15 orang yang sedang berpesta miras di lokasi tersebut," ujarnya.

Pengamanan dan Proses Hukum Lebih Lanjut

Tiga remaja berinisial JR (15 tahun), AFI (17 tahun), dan BP (19 tahun) diamankan karena kedapatan menyimpan dua bilah senjata tajam. Mereka dibawa ke Polsek Cipayung untuk diproses lebih lanjut, sementara 15 remaja lainnya dibawa ke Polsek Ciracas guna penyelidikan lebih mendalam.

Kombes Dwi Ari menambahkan, "Tim menginterogasi 3 remaja di awal, dan didapati menyimpan 2 bilah senjata tajam. Ketiganya dibawa ke Polsek Cipayung, sedangkan 15 remaja lainnya dibawa ke Polsek Ciracas untuk penyelidikan lebih lanjut."

Insiden ini menyoroti aktivitas gangster di Jakarta Timur yang tidak hanya mengancam keamanan publik melalui tawuran, tetapi juga melibatkan pesta miras dan kepemilikan senjata tajam. Polda Metro Jaya terus meningkatkan patroli untuk mencegah aksi serupa di masa depan.