Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat mengonfirmasi adanya gangguan teknis pada sistem pengeras suara yang mengarah ke juri saat final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat provinsi. Gangguan ini menyebabkan sejumlah jawaban peserta tidak terdengar jelas oleh dewan juri, sehingga memicu protes dari peserta.
Gangguan Speaker Jadi Sorotan
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, mengungkapkan bahwa informasi yang diterima menunjukkan speaker yang mengarah ke juri mengalami kendala. Akibatnya, jawaban peserta kurang terdengar jelas, meskipun di siaran langsung YouTube dan bagi audiens penonton suara terdengar normal.
Faisal menambahkan bahwa pihaknya telah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak beserta tim pendamping LCC untuk membahas permasalahan tersebut. Pemanggilan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk mencari solusi dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Prosedur Resmi Harus Dipatuhi
Faisal menekankan pentingnya mengikuti prosedur resmi yang berlaku dalam perlombaan. Ia menyarankan pihak sekolah untuk mengajukan peninjauan ulang kepada panitia penyelenggara. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pihak SMAN 1 Pontianak telah menerima hasil perlombaan. Namun, evaluasi tetap diperlukan untuk meningkatkan kualitas kompetisi di masa mendatang.
Viral Penilaian Berbeda untuk Jawaban Sama
Video yang beredar di media sosial pada Senin (11/5) memperlihatkan juri memberikan nilai berbeda terhadap jawaban yang sama dari peserta. Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK. Sementara itu, Grup B dari SMAN 1 Sambas yang memberikan jawaban serupa justru mendapat nilai 10 dari juri yang sama, yaitu Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita.
Peserta Grup C sempat memprotes karena menganggap jawaban mereka identik. Namun, juri menyatakan bahwa jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas, sehingga menjadi dasar perbedaan penilaian.
MPR Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Sekjen MPR RI Siti Fauziah sebelumnya telah memberikan tanggapan terkait polemik ini. Ia menyatakan bahwa pihaknya menghormati perhatian dan masukan masyarakat. Saat ini, panitia pelaksana tengah melakukan penelusuran internal terkait penilaian jawaban peserta.
Siti memastikan bahwa MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan. Langkah ini diambil agar kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung lebih baik, transparan, dan akuntabel.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan menunjukkan pentingnya kesiapan teknis dalam penyelenggaraan lomba berskala provinsi. Diharapkan evaluasi yang dilakukan dapat mencegah terulangnya insiden serupa.



