Damkar Depok Padamkan Api di Jalan Naming Botin, Terkendala Sumber Air
Damkar Depok Padamkan Api, Terkendala Sumber Air

Damkar Depok Berhasil Padamkan Api di Jalan Naming Botin

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok berhasil memadamkan api yang melalap belasan toko semi permanen di Jalan Naming Botin, Pancoran Mas, pada Minggu (14/6/2026) malam. Peristiwa kebakaran ini sempat menyulitkan petugas karena sumber air yang jauh dari lokasi kejadian.

Kendala Sumber Air dan Upaya Pemadaman

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Damkar Kota Depok, Tessy Haryati, mengungkapkan bahwa sumber air terdekat hanya berasal dari Setu Rawa Besar. "Sumber air agak sulit, terdekat hanya Setu Rawa Besar," ujarnya pada Senin (15/6/2026).

Damkar Kota Depok mengerahkan tujuh unit mobil pompa dan 23 personel pemadam untuk menjinakkan si jago merah. Petugas berupaya maksimal memadamkan api sekaligus mencegah kobaran merambat ke permukiman padat penduduk. "Sekitar pukul 19.00 WIB, api berhasil kami padamkan dan dilakukan pendinginan di lokasi," jelas Tessy.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Cepatnya api membesar dipengaruhi oleh material bangunan semi permanen yang mudah terbakar serta adanya lapak rongsokan di sekitar lokasi. Bangunan yang terbakar meliputi kios laundry, lapak rongsok, bengkel motor, bengkel cutting sticker, konter pulsa, warung kopi, dan kios burung dara. Total luas area yang terbakar mencapai sekitar 500 meter persegi.

Dalam penanganan kebakaran, Damkar Kota Depok mendapat bantuan dari TNI, Polri, dan relawan. Sejumlah relawan ambulans juga disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat. "Alhamdulillah tidak ada korban. Dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik di kios laundry," ungkap Tessy.

Kesaksian Warga

Salah seorang saksi, Ricky Juliansyah, menceritakan bahwa ia melihat kepulan asap hitam saat melintas di Jalan Arif Rahman Hakim, tidak jauh dari Balai Kota Depok dan Stasiun Depok Baru. Karena penasaran, ia mendatangi lokasi dan mendapati beberapa toko semi permanen telah dilalap api. "Saat sampai di sini, api sudah membakar beberapa ruko semi permanen," ujar Ricky.

Ricky bersama warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan air sumur sambil menunggu petugas Damkar tiba. Namun, api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lainnya. "Api cepat banget nyamber ke toko di sebelahnya. Yang terbakar lebih dari lima toko," katanya.

Menurut Ricky, material kayu yang digunakan pada sejumlah bangunan membuat kobaran api cepat membesar. Petugas Damkar yang tiba di lokasi langsung berupaya mencegah api merambat ke permukiman padat penduduk. "Kayaknya sudah ada beberapa rumah warga yang terbakar. Kejadiannya cepat, pemilik toko ada yang tidak sempat menyelamatkan barangnya," ujarnya.

Para pemilik toko hanya bisa pasrah melihat tempat usahanya hangus dilalap api. Sejumlah warga bahkan tampak menangis. "Tadi ada beberapa orang yang menangis melihat tokonya terbakar," ucap Ricky.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga