Cekcok Penjahit di Bali dengan Pelanggan Berakhir Damai, Kedua Pihak Saling Memaafkan
Cekcok Penjahit Bali dengan Pelanggan Berakhir Damai

Perselisihan panas antara pemilik usaha Sintya Tailor, Ni Made Tiadnyani alias Bu Sintya, dan pelanggannya berinisial RHW di Badung, Bali, akhirnya berakhir damai. Kedua pihak dipertemukan di Polsek Abiansemal untuk mediasi pada Minggu (19/7/2026) sore.

Mediasi di Polsek Abiansemal

Kapolsek Abiansemal, Kompol I Nengah Sona, mengatakan pihaknya memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak untuk mediasi. Dalam pertemuan tersebut, Tiadnyani dan RHW menjelaskan duduk perkara kejadian yang memicu cekcok hingga viral di media sosial. Keduanya sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan, serta membuat surat pernyataan untuk tidak melanjutkan persoalan ke ranah hukum.

Permintaan Maaf Sebelum Mediasi

Sebelum mediasi, Tiadnyani telah meminta maaf melalui akun Facebook pribadinya. Permintaan maaf itu disampaikan setelah video dirinya terlibat cekcok dengan pelanggan hingga melontarkan kalimat hinaan bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) viral di media sosial. Dalam klarifikasinya, Tiadnyani menulis, "Tiang (saya) minta maaf dan ampura (mohon maaf) sareng semeton sareng sami (kepada saudara sekalian) kalau ada salah dengan pelanggan. Tiang tidak pernah mengejek dan menghina sesama orang Bali maupun orang luar Bali sedunia se-Indonesia."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Cekcok

Cekcok antara pemilik Sintya Tailor dan pelanggan RHW terjadi beberapa waktu lalu. Perselisihan tersebut memanas hingga menyinggung isu SARA, yang kemudian direkam dan disebarluaskan di media sosial, memicu kecaman publik. Namun, dengan mediasi kepolisian, kedua pihak akhirnya sepakat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Dampak dan Hikmah

Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam bertutur kata, terutama di ruang publik dan media sosial. Kepolisian berharap perdamaian ini dapat menjadi contoh penyelesaian konflik yang baik tanpa harus melalui jalur hukum. Kedua belah pihak juga diingatkan untuk menjaga kerukunan antarumat beragama dan antarsuku di Bali yang dikenal sebagai daerah tujuan wisata yang toleran.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga