Analisis CCTV Ungkap Pergerakan Pelaku Sebelum Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS
Polda Metro Jaya telah mengungkapkan temuan terbaru dalam penyelidikan kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Berdasarkan analisis mendalam terhadap rekaman CCTV dari berbagai titik di Jakarta, polisi menyatakan bahwa para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sebelum melakukan aksi kejahatan tersebut.
Pergerakan Pelaku Terdeteksi dari Jakarta Selatan hingga TKP
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan dalam jumpa pers bahwa pergerakan para terduga pelaku terdeteksi melalui beberapa kamera pengawas. "Berdasarkan hasil analisa rekaman CCTV dari sejumlah titik di wilayah Jakarta, para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian," ujarnya. Pergerakan ini tercatat mulai dari kawasan Jakarta Selatan hingga tempat kejadian perkara (TKP) di Jakarta Pusat.
Iman menambahkan bahwa pelaku sempat mengitari area seperti Jalan Medan Merdeka Raya, Jalan Ir H Juanda, kawasan Tugu Tani, dan Gedung YLBHI. "Dari Jalan Medan Merdeka Barat selanjutnya menuju kawasan Tugu Tani, jadi itu melingkari Monas menuju kawasan Tugu Tani, kemudian dari Tugu Tani berputar dulu menuju Jalan Medan Merdeka Timur, dan selanjutnya menuju YLBHI," jelasnya. Saat itu, Andrie Yunus sedang berada di YLBHI untuk menghadiri sebuah acara.
Empat Pelaku Diduga Terlibat dengan Dua Sepeda Motor
Lebih lanjut, Iman menduga ada empat orang pelaku dalam kasus ini. Dugaan ini didasarkan pada temuan di SPBU Cikini Raya, di mana empat orang terlihat menunggu Andrie Yunus. "Sekitar pukul 23.32 atau 23.35 WIB para terduga pelaku terlihat berada di SPBU Cikini Raya, diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan 2 sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini," katanya. Setelah korban selesai mengisi bahan bakar, pelaku terus mengikutinya menuju Jalan Diponegoro dan Jalan Salemba 1.
Akhirnya, pada pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba 1, pelaku melakukan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Iman menegaskan bahwa pihaknya telah memperoleh gambar pelaku secara jelas dari CCTV. "Puji syukur kita memperoleh rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas, sehingga ini sangat membantu dalam proses penyidikan dan penyelidikan kami," pungkasnya. Temuan ini diharapkan dapat mempercepat penangkapan pelaku dan mengungkap motif di balik serangan tersebut.
