Oscar 2026 Dikritik karena Abaikan James Van Der Beek dan Eric Dane dalam Segmen In Memoriam
Oscar 2026 Dikritik Abaikan James Van Der Beek dan Eric Dane

Segmen Penghormatan Oscar 2026 Dikritik karena Mengabaikan Dua Aktor Terkenal

Academy Awards ke-98, yang baru saja digelar, menuai kritik tajam dari berbagai pihak setelah segmen penghormatan In Memoriam dianggap mengabaikan sejumlah tokoh hiburan yang telah meninggal dunia. Segmen yang biasanya menjadi momen paling khidmat dan penuh emosi dalam siaran Oscar itu kini menjadi sorotan utama karena tidak menampilkan nama aktor James Van Der Beek dan Eric Dane dalam montase yang ditayangkan secara langsung di televisi.

Reaksi Publik dan Pengamat Industri Film

Absennya dua nama tersebut telah memicu reaksi keras dari penggemar setia serta para pengamat industri film yang mempertanyakan proses seleksi nama-nama yang dimasukkan dalam segmen penghormatan tahunan tersebut. Banyak yang merasa kecewa karena kedua aktor ini memiliki kontribusi signifikan dalam dunia perfilman, sehingga ketidakhadiran mereka dianggap sebagai sebuah kelalaian yang tidak dapat dimaafkan.

Dalam siaran langsung Oscar, montase In Memoriam seharusnya menampilkan sejumlah tokoh penting dari dunia perfilman yang meninggal sepanjang tahun terakhir. Namun, keputusan untuk tidak menyertakan James Van Der Beek dan Eric Dane telah menimbulkan debat publik tentang bagaimana kriteria dan mekanisme pemilihan dilakukan oleh panitia penyelenggara.

Para kritikus berpendapat bahwa segmen ini seharusnya menjadi penghormatan yang inklusif dan menghargai setiap individu yang telah berkontribusi, bukan hanya terbatas pada tokoh-tokoh dengan popularitas tertinggi. Hal ini mengingatkan pada pentingnya transparansi dan kehati-hatian dalam menyusun daftar nama untuk momen yang begitu sentimental ini.

Industri film global kini menunggu tanggapan resmi dari Academy of Motion Picture Arts and Sciences mengenai kontroversi ini, sementara diskusi di media sosial terus mengemuka dengan tagar yang mendukung kedua aktor tersebut. Insiden ini juga menyoroti betapa sensitifnya segmen In Memoriam dan bagaimana setiap keputusan dapat berdampak besar pada persepsi publik terhadap ajang bergengsi seperti Oscar.