Polisi Dalami 260 Kemungkinan Identitas dari Pelat Nomor Motor Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Polisi Telusuri 260 Kemungkinan Identitas Pelaku Penyiraman Air Keras

Polisi Dalami 260 Kemungkinan Identitas dari Pelat Nomor Motor Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Polisi sedang melakukan analisis mendalam terhadap kendaraan yang digunakan oleh pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Setelah kejadian, para pelaku dilaporkan mengendarai sepeda motor mereka dengan kecepatan yang meningkat secara signifikan.

Perilaku Pelaku Pasca-Kejadian

Menurut Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, dua sepeda motor yang digunakan pelaku menunjukkan perilaku berkendara yang lebih agresif setelah aksi kejahatan tersebut. "Kemudian pasca-kejadian mereka dari dua motor ini masing-masing dengan kecepatan atau perilaku yang lebih dari yang sebelumnya ya," jelas Iman dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).

Analisis Pelat Nomor Kendaraan

Polisi juga tengah menyelidiki nomor polisi kendaraan yang terlibat. Iman mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 260 kemungkinan identitas yang muncul dari nomor pelat tersebut. "Kemudian untuk nomor polisinya masih kita dalami karena ada sekitar 260 kemungkinan dari nomor yang muncul tersebut, kami masih menganalisa," imbuhnya. Proses ini bertujuan untuk mempersempit lingkup pencarian dan mengidentifikasi pelaku dengan lebih akurat.

Pengumpulan Bukti dan Penetapan Tersangka

Terkait pertanyaan apakah aktor intelektual dan pelaku sudah diketahui, pihak kepolisian masih dalam tahap pengumpulan bukti. Iman menegaskan bahwa jika bukti sudah mengarah kepada pelaku, maka penetapan tersangka akan segera dilakukan. "Untuk yang tercover CCTV rekan-rekan sekalian, kebetulan kami masih mendalami yang dua orang tersebut yang terekam CCTV," tambahnya.

Detail Kejadian dan Penggunaan CCTV

Sebelumnya, polisi mengungkap bahwa empat orang terduga pelaku menggunakan dua sepeda motor dalam aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Kejadian ini terjadi di Jalan Salemba 1, tepatnya persimpangan Jalan Talang, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3), pukul 20.37 WIB. Para pelaku diduga menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikutinya menuju Jalan Diponegoro dan Salemba 1 sebelum beraksi.

Polisi telah memperoleh rekaman CCTV yang dianggap sangat membantu penyelidikan. "Puji syukur kita memperoleh rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas sehingga ini sangat membantu di dalam proses penyelidikan dan penyidikan kami," ujar Iman. Rekaman ini menunjukkan bahwa pelaku telah mengikuti korban sebelum melakukan penyiraman air keras.

Kasus ini terus ditangani secara serius oleh pihak berwajib, dengan fokus pada analisis bukti visual dan data kendaraan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik serangan tersebut.