Wakapolri Paparkan Aplikasi Siger untuk Atasi Kepadatan di Bakauheni
Aplikasi Siger Wakapolri Atasi Kepadatan Bakauheni

Wakapolri Paparkan Aplikasi Siger untuk Atasi Kepadatan di Bakauheni

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo telah menjelaskan penggunaan aplikasi Siger sebagai dasar bagi kepolisian dalam menerapkan rekayasa lalu lintas dan tindakan lainnya di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Penjelasan ini disampaikan pada Selasa (17/3/2025) saat meninjau kesiapan arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kondisi Lalu Lintas yang Relatif Lancar

Dalam kunjungannya, Dedi melaporkan bahwa arus lalu lintas dari Merak, Banten, hingga Bakauheni secara umum relatif lancar. "Tadi mengecek dulu jalur dari Jakarta menuju Merak, demikian juga sebaliknya dari udara. Saya cek juga dari Merak menuju Jakarta. Secara umum dari hasil analisa dari udara relatif cukup lancar. Dan alhamdulillah ya dalam kondisi cuaca yang cukup baik," ujarnya di Pelabuhan Bakauheni.

Ia menambahkan bahwa meskipun ada antrean kendaraan di Merak untuk naik kapal menuju Bakauheni, kondisi di Bakauheni sendiri tetap lancar berdasarkan pantauan udara. Dedi juga mengapresiasi langkah Polda Lampung yang telah melakukan perbaikan dari evaluasi tahun lalu.

Fungsi dan Manfaat Aplikasi Siger

Aplikasi Siger merupakan inovasi Polda Lampung yang menyediakan data real-time akurat untuk mengelola lalu lintas. "Kemudian catatan penting yang sudah dilakukan oleh Polda Lampung, yang pertama ini perlu juga disosialisasikan kepada masyarakat bahwa Polda Lampung sudah membuat aplikasi Siger. Di aplikasi Siger ini merupakan aplikasi data real-time dan betul-betul akurat," jelas Dedi.

Data dari aplikasi ini digunakan sebagai dasar untuk menerapkan rekayasa lalu lintas dan tindakan lainnya, sehingga langkah-langkah yang diambil dapat lebih efektif dan efisien. Aplikasi ini juga menyiapkan berbagai alternatif tindakan berdasarkan kriteria warna.

Sistem Kriteria Warna untuk Pengaturan Lalu Lintas

Aplikasi Siger membagi situasi lalu lintas menjadi tiga kriteria warna:

  • Hijau: Menandakan situasi sangat kondusif dengan arus lalu lintas yang landai.
  • Kuning: Muncul ketika ada peningkatan arus atau kepadatan, dengan peringatan jika kepadatan di gate tol mencapai Km 500 hingga Km 1. Pada zona ini, rest area digunakan sebagai buffer zone.
  • Merah: Terjadi ketika rekapitulasi kendaraan melebihi 6.000 menuju 9.000 dan kilometer mencapai Km 4, di mana jumlah rest area ditingkatkan dari 5 menjadi 10.

Terdapat lima rest area yang berfungsi sebagai buffer zone untuk mengatur arus lalu lintas menuju Bakauheni, dengan penambahan di zona merah.

Layanan Informasi dan Alternatif Jalur

Selain sebagai alat pengaturan, aplikasi Siger juga berfungsi sebagai layanan informasi masyarakat. Empat jalur alternatif telah disiapkan, yaitu barat, tengah, tol, dan timur, untuk mendistribusikan arus lalu lintas secara lebih seimbang dan terkontrol. "Nah, sudah dipersiapkan itu sehingga pendistribusian arus lalu lintas jauh lebih bisa lebih seimbang dan betul-betul lebih terkontrol dengan baik," sebut Dedi.

Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan kepadatan di Pelabuhan Bakauheni selama musim mudik dapat diatasi dengan lebih baik, meningkatkan keselamatan dan kenyamanan bagi para pemudik.