AKP Nyarna, Polisi Bengkulu yang Diunggulkan untuk Hoegeng Awards 2026 Berkat Aksi Sosial
AKP Nyarna, seorang Kapolsek Kampung Melayu di Bengkulu, telah menjadi sosok polisi yang tidak hanya fokus pada tugas keamanan tetapi juga aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan. Prinsipnya untuk menjadi manusia yang bermanfaat mendorongnya terus melayani masyarakat dengan berbagai inisiatif sosial.
Diusulkan untuk Hoegeng Awards 2026
Atas dedikasi dan kontribusinya, AKP Nyarna diusulkan dalam program Hoegeng Awards 2026 oleh Karimullah, Lurah Kandang Mas, Kampung Melayu, Bengkulu. Karimullah menilai Nyarna sebagai polisi yang inovatif dan produktif dalam kegiatan kemasyarakatan.
"Pak Nyarna saya nilai adalah sosok anggota Polri yang sangat peduli dengan masyarakat. Dan yang terpenting adalah beliau sangat men-support program-program dari Pemerintah Pusat, apalagi terkait dengan ketahanan pangan," kata Karimullah dalam wawancara beberapa waktu lalu.
Dalam menjalankan kegiatannya, AKP Nyarna sering berkomunikasi dengan berbagai pihak. Karimullah menyebutnya sebagai penggerak program ketahanan pangan di wilayahnya, dengan menggandeng kelompok tani di Kampung Melayu untuk meningkatkan ketahanan pangan.
Program Perjaka untuk Lansia
Kesaksian lain datang dari Kepala UPTD Panti Sosial Bengkulu, Timor Diyanto, yang mengenal AKP Nyarna melalui kolaborasi dalam program Lansia Perjaka (perkebunan, rohani, jangkrik, kambing, dan ayam). Program ini bertujuan memberdayakan lansia di panti agar tidak merasa bosan.
"Kenapa saya memang betul-betul tahu dengan AKP Nyarna dalam artian karena saya sudah berkolaborasi bersama, termasuk yang program terutama yang program saya tadi, apa namanya itu Lansia Perjaka itu sampai saat ini itu terus berjalan," ujar Timor.
Program Perjaka memanfaatkan lahan kosong di UPTD, di mana lansia dapat berkebun dan mengurus ternak. Timor menjelaskan bahwa 85% penghuni panti lansia mengikuti program ini, dengan jumlah peserta awalnya 75 orang dan kini 65 orang. Pembiayaan program ini murni tidak menggunakan dana APBD, melainkan dari sumbangan AKP Nyarna dan donatur lainnya.
Inisiatif Bedah Rumah dan Aksi Sosial Lainnya
AKP Nyarna menceritakan bahwa program pertama yang digagasnya adalah bedah rumah warga, dimulai sejak dia masih menjadi bintara. Dari tahun 2010 hingga sekarang, sekitar 100 rumah telah direnovasi olehnya dan timnya di berbagai tempat tugasnya.
"Setiap saya dinas di manapun, itu andalan saya, karena wujud syukur. Di manapun saya dinas, saya gerak," kata Nyarna.
Mekanisme program bedah rumah ini dimulai dari usulan masyarakat, dilanjutkan dengan survei dan konsultasi dengan tokoh setempat untuk menentukan kelayakan. Dana berasal dari donatur, termasuk hasil hari sedekah saat bertugas di Polres, serta sumbangan pribadi dan lembaga seperti Baznas.
Tim yang membantu Nyarna bersifat informal, tetapi dia selalu melaporkan perkembangan kepada atasan. Untuk pertanggungjawaban kepada donatur, Nyarna mengundang mereka dalam peletakan batu pertama, dengan banyak yang terkejut dengan hasil perbaikan rumah.
Alasan di Balik Aksi Sosial
Nyarna mengungkapkan bahwa motivasi utamanya adalah pengalaman pribadi tinggal di rumah bambu yang sederhana. Membantu masyarakat menjadi wujud rasa syukurnya atas kehidupan yang lebih baik.
"Dulu rumah saya bambu, lantainya dari tanah, dindingnya dari bambu, kalau hujan bocor. Ya alhamdulilah mulus, rasa syukur saya jadi polisi. Itu wujud rasa syukur," imbuhnya.
Selain bedah rumah, AKP Nyarna juga terlibat dalam berbagai aksi sosial lainnya, seperti:
- Memberikan peralatan bengkel dan salon perempuan di rutan dan lapas Bengkulu.
- Membuat sumur bor di fasilitas tersebut karena kekurangan air.
- Membantu masyarakat membangun jembatan darurat yang roboh melalui gotong royong.
Nyarna menekankan bahwa semua aksi ini didasari oleh panggilan hati untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Atas dedikasinya, dia telah mendapat apresiasi dari Kapolda Bengkulu dan mengikuti sekolah perwira pada 2017, di mana dia tetap aktif mengabdi kepada masyarakat selama pendidikan.
