Data terbaru dari Pusiknas Bareskrim Polri periode Januari hingga April 2026 mencatat realitas yang mengkhawatirkan: telah terjadi 1.340 kasus penganiayaan di seluruh Indonesia. Di balik angka tersebut, penyalahgunaan air keras menonjol sebagai instrumen kekerasan yang mematikan.
Wilayah Urban Jadi Titik Panas
Wilayah urban seperti Polda Metro Jaya (194 kasus), Sumatera Utara (153 kasus), dan Jawa Timur (111 kasus) menjadi titik panas penyalahgunaan zat ini. Karakteristik utama yang ditemukan dalam pola serangan ini adalah sifatnya yang spontan dan sering kali dipicu oleh konflik personal.
Faktor Pemicu Serangan
Konflik personal seperti perselisihan rumah tangga, utang piutang, atau dendam pribadi menjadi pemicu utama. Pelaku biasanya menggunakan air keras yang mudah didapatkan di pasaran bebas, sehingga memperparah dampak kekerasan.
- Polda Metro Jaya mencatat 194 kasus, tertinggi secara nasional.
- Sumatera Utara menyusul dengan 153 kasus.
- Jawa Timur berada di posisi ketiga dengan 111 kasus.
Data ini menunjukkan urgensi pengawasan distribusi bahan kimia berbahaya dan perlunya edukasi masyarakat untuk mencegah kekerasan berbasis senjata kimia. Kepolisian terus melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap pelaku penganiayaan dengan air keras.



