Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA. Pusat gempa berada di darat, 42 km tenggara Palu, dengan kedalaman 10 km. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Berikut lima fakta penting terkait bencana ini.
1. Gempa Dangkal Akibat Sesar Aktif
BMKG mengklasifikasikan gempa ini sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pergerakan geser turun atau oblique normal. Episenter berada pada koordinat 1,03 LS dan 120,24 BT.
2. Skala Intensitas Gempa
Berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), guncangan terkuat mencapai VI-VII MMI di Torue, Parigi Moutong, dan Parigi Selatan, yang berarti getaran sangat kuat hingga menyebabkan kerusakan ringan. Skala VII MMI terjadi di Palolo dan Sigi. Di Sigi Biromaru dan Kota Palu, intensitas mencapai V-VI MMI, sementara di Poso, Donggala, dan Pasangkayu mencapai IV-V MMI.
3. Korban Jiwa dan Luka
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu warga Kabupaten Sigi meninggal dunia. Sebanyak 110 kepala keluarga atau 312 jiwa terdampak. Terdapat 25 warga luka ringan dan 13 warga luka berat. Pendataan masih berlangsung.
4. Kerusakan Bangunan dan Infrastruktur
Sejumlah bangunan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong dilaporkan rusak. Jembatan III Palu retak dan ditutup sementara. Rumah sakit dan fasilitas umum lainnya juga terdampak. Tim BPBD masih melakukan pendataan rinci kerusakan.
5. Gempa Susulan dan Imbauan
Hingga pukul 12.17 WITA, BMKG mencatat 13 kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi. BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpancing informasi tidak terverifikasi, serta waspada terhadap gempa susulan. Warga diminta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke rumah dan menjauhi bangunan retak hingga dinyatakan aman.



