Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jadi Tradisi Diplomatik
Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jadi Tradisi Diplomatik

KOMPAS.com - Kunjungan ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta telah menjadi tradisi diplomatik antar negara. Banyak pemimpin dunia yang saat berkunjung ke Indonesia selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi dua bangunan ibadah ikonik ini.

Presiden Jerman Kunjungi Masjid Istiqlal

Momen ini kembali terlihat ketika Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, bersama Ibu Negara Elke Büdenbender melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Setelah disambut di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier bertolak ke Masjid Istiqlal dengan didampingi oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Kunjungan ini menunjukkan komitmen kedua negara dalam memperkuat dialog antaragama dan toleransi. Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang berdampingan di Jakarta menjadi simbol kerukunan umat beragama di Indonesia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Simbol Toleransi Beragama

Tradisi mengunjungi kedua tempat ibadah ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan juga bentuk pengakuan dunia terhadap keberagaman dan toleransi yang dijunjung tinggi oleh Indonesia. Para pemimpin dunia yang datang ke Jakarta seringkali menjadikan kunjungan ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral sebagai agenda penting dalam kunjungan mereka.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jerman semakin erat, serta pesan perdamaian dan toleransi dapat terus disebarkan ke seluruh dunia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga