Warga Negara Kanada Tewas di Kamar Hotel Labuan Bajo, Polisi Temukan Lencana Militer
Seorang warga negara (WN) Kanada berinisial ML ditemukan tewas di dalam kamar Hotel Greenhill di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pria berusia 61 tahun itu ditemukan dengan leher terjerat tali, dan polisi menduga kasus ini sebagai tindakan bunuh diri. Kejadian ini mengguncang kawasan wisata populer tersebut.
Kronologi Kedatangan dan Temuan Awal
ML baru tiba di Labuan Bajo pada tanggal 12 Februari 2026 melalui penerbangan langsung dari Singapura. Ia masuk ke Indonesia dengan menggunakan visa on arrival untuk tujuan wisata. Pria itu menginap seorang diri di hotel tersebut, dan jenazahnya pertama kali ditemukan oleh pegawai hotel pada hari Jumat, 13 Februari 2026.
Polisi yang datang ke lokasi segera memasang police line dan melakukan penyelidikan. Di dalam kamar, mereka menemukan sejumlah barang pribadi milik ML, termasuk paspor, dompet, dan dokumen asuransi CAA. Namun, temuan yang paling mencolok adalah lencana Polisi Militer Kanada serta kartu anggota angkatan bersenjata Kanada (Canadian Armed Force).
Surat Wasiat dan Identitas sebagai Mantan Militer
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, mengonfirmasi bahwa ML meninggalkan surat wasiat di kamarnya. Surat tersebut memberikan petunjuk lebih lanjut tentang niatnya. Berdasarkan barang-barang dan identitas yang ditemukan, polisi menduga bahwa ML adalah mantan anggota militer di negaranya.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, menyatakan bahwa dokumen yang ditemukan mencakup:
- Kartu anggota angkatan bersenjata Kanada
- Lencana Polisi Militer Kanada
- Kartu Polisi Militer Kanada
Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa ML memiliki latar belakang di bidang keamanan atau pertahanan.
Koordinasi dengan Pihak Berwenang dan Proses Selanjutnya
Imigrasi Labuan Bajo dan Polres Manggarai Barat telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Kanada di Jakarta untuk menangani kasus ini lebih lanjut. Proses ini meliputi identifikasi resmi, notifikasi kepada keluarga, serta pengurusan kepulangan jenazah. Saat ini, jenazah ML masih disimpan di RSUD Komodo Labuan Bajo menunggu penyelesaian administratif.
Kasus ini menyoroti pentingnya dukungan kesehatan mental, terutama bagi wisatawan asing yang mungkin mengalami tekanan selama perjalanan. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk segera mencari bantuan jika mengalami gejala depresi atau pemikiran bunuh diri, dengan menghubungi psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental terdekat.
Insiden ini juga mengingatkan akan perlunya kewaspadaan di sektor pariwisata, meskipun Labuan Bajo tetap menjadi destinasi yang aman dan menarik bagi pengunjung domestik maupun internasional.



