Viral Aksi Penusukan Debt Collector ke Advokat di Tangsel, Polisi Selidiki
Sebuah rekaman video yang viral di media sosial mengungkap aksi kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok pria yang diduga sebagai debt collector atau mata elang (matel) di wilayah Tangerang Selatan. Insiden ini terjadi di Kawasan Perumahan Palem Semi, Karawaci, dan melibatkan penusukan terhadap seorang korban yang berprofesi sebagai advokat.
Kronologi Kejadian yang Menghebohkan
Dalam video yang beredar luas, terlihat tiga orang pelaku mengaku berasal dari perusahaan leasing mendatangi rumah korban. Mereka memaksa masuk ke pekarangan dengan maksud menarik kendaraan mobil milik korban secara paksa. Namun, korban yang merupakan seorang advokat menolak penyerahan mobil tersebut karena menganggap prosedur penarikan tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Penolakan ini memicu cekcok antara kedua belah pihak, yang akhirnya berujung pada aksi penusukan oleh pelaku terhadap korban. Kejadian ini terekam dan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, menimbulkan keprihatinan publik atas tindakan kekerasan yang dilakukan debt collector.
Respons Cepat dari Kepolisian
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, mengonfirmasi kebenaran insiden penusukan tersebut. Dalam pernyataannya yang dilansir Antara, Selasa (23/2/2026), Boy menyebutkan bahwa kejadian ini terjadi di Kelapa Dua dan melibatkan sekelompok penagih utang yang melakukan penganiayaan.
Tim Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan telah bergerak cepat dengan mendatangi lokasi kejadian perkara (TKP) dan memeriksa beberapa saksi. Tujuannya adalah untuk melakukan penindakan dan penangkapan terhadap debt collector yang terlibat dalam aksi arogan ini. Boy menegaskan komitmennya untuk menindak tegas kelompok matel yang menyebabkan kegaduhan di wilayah hukumnya.
Kondisi Korban dan Tindakan Lanjutan
Korban yang menderita luka tusukan saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang. Kapolres Boy Jumalolo telah menjenguk korban untuk memastikan kondisinya dan memberikan dukungan. Polisi berjanji akan melanjutkan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap motif dan latar belakang kejadian ini, serta memastikan bahwa pelaku dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.
Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap praktik debt collection yang sering kali melanggar hukum dan etika. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan melaporkan setiap tindakan kekerasan serupa kepada pihak berwajib.