Viral Aksi Komplotan Ganjal ATM di Minimarket Bogor Selatan, Polisi Selidiki
Viral Komplotan Ganjal ATM di Bogor, Polisi Selidiki

Viral Aksi Komplotan Pencuri Modus Ganjal ATM di Minimarket Bogor Selatan

Sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi komplotan pencuri dengan modus ganjal mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di salah satu minimarket wilayah Bogor Selatan, Kota Bogor, menjadi viral di berbagai platform media sosial. Dalam video yang beredar luas tersebut, terlihat empat pria mencurigakan mengincar korban yang sedang bertransaksi.

Kronologi Kejadian dan Kerugian Korban

Kapolsek Bogor Selatan, Kompol Sonson Sudarsono, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menangani kasus ini. "Benar, (kasus) sedang kita tangani," ujarnya pada Selasa (7/4/2026). Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026, ketika korban bernama Anggi Purnamasari mencoba melakukan transaksi di mesin ATM dalam minimarket.

Dalam rekaman CCTV, tampak korban yang berada di depan mesin ATM terlihat kebingungan karena transaksi gagal. Beberapa pria kemudian bergantian mendekat dengan dalih membantu, padahal mereka adalah bagian dari komplotan pencuri. Korban baru menyadari menjadi korban pencurian setelah melihat rekaman CCTV di minimarket pada Minggu (5/4) siang.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kerugian materiil yang dialami korban mencapai Rp 12 juta. Sonson menjelaskan, "Pada hari Selasa tanggal 31 Maret korban datang bersama teman-temannya, yang melaporkan ternyata saldo dalam rekeningnya telah berkurang sebesar Rp 12 juta. Dari rekening koran diketahui ada transaksi tanpa sepengetahuan korban sebesar Rp 12 juta."

Proses Penyidikan dan Tantangan yang Dihadapi Polisi

Polisi mengaku menghadapi kendala dalam penyelidikan karena korban tidak segera melaporkan dugaan penukaran kartu ATM. "Pada saat korban datang ke Polsek Bogor Selatan tanggal 31 Maret dan tanggal 3 April belum menceritakan kalau ada dugaan Kartu ATMnya telah ditukar dan setelah mendapatkan rekaman CCTV tersebut juga tidak menyampaikan ke Polsek Bogor Selatan," papar Sonson.

Saat ini, proses penyidikan masih terus berlangsung dengan intensif. "Saat ini kasusnya masih penyelidikan, kita masih pendalaman dan mencari petunjuk dan mencari rekaman CCTV," imbuhnya. Polisi berusaha mengumpulkan bukti-bukti tambahan dan merekonstruksi kejadian untuk mengungkap identitas serta modus operandi komplotan tersebut.

Imbauan untuk Masyarakat dan Peningkatan Kewaspadaan

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada saat menggunakan fasilitas ATM, terutama di tempat umum seperti minimarket. Beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil antara lain:

  • Memastikan tidak ada orang mencurigakan di sekitar saat bertransaksi
  • Segera melaporkan ke pihak berwajib jika menemui kejanggalan pada mesin ATM
  • Tidak mudah percaya pada orang asing yang menawarkan bantuan tanpa diminta
  • Memeriksa saldo rekening secara berkala untuk mendeteksi transaksi mencurigakan

Polisi juga mengimbau korban atau saksi lain yang memiliki informasi terkait kasus ini untuk segera melapor guna mempercepat proses penyidikan. Kasus komplotan ganjal ATM ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan aparat penegak hukum dalam memerangi kejahatan perbankan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga